MALANG – Balai Besar Pelatihan Pertanian Ketindan (BBPP) Ketindan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Pelatihan Manajemen Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) bagi Brigade Pangan Provinsi Papua Selatan, Kamis (12/2/2026). Kegiatan dilaksanakan sebagai langkah strategis mendukung percepatan swasembada pangan nasional.
Rakor dihadiri oleh perwakilan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Merauke yang diwakili Kepala Bidang Penyuluhan Yuliana Katrince, Ketua Kelompok Pengelolaan Penyuluhan Pertanian Provinsi Papua Selatan, Ketua Tim Kerja Pengelolaan Administrasi Penyuluhan Provinsi Papua Selatan, Ketua Tim Kerja Pelaksanaan Kinerja Penyuluhan Provinsi Papua Selatan, Ketua Tim Kerja Penyuluh Pertanian Kabupaten Merauke, Widyaiswara, serta tim BBPP Ketindan.
Kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam memperkuat peran Brigade Pangan sebagai garda terdepan mekanisasi pertanian nasional.
“Brigade Pangan tidak hanya berfungsi sebagai penyedia layanan alsintan, tetapi juga berperan dalam mempercepat tanam dan meningkatkan indeks pertanaman di tengah keterbatasan tenaga kerja pertanian,” ujar Amran.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, turut menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan bagi petani muda.
“Pembekalan ini bukan hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membangun karakter, jejaring, dan motivasi. Harapannya para peserta dapat menjadi motor penggerak di wilayah masing-masing dan menggandeng lebih banyak generasi muda untuk masuk ke sektor pertanian,” jelasnya.
Kepala BBPP Ketindan, Nurul Qomariyah, menyampaikan, pemerintah telah memberikan bantuan alsintan dalam jumlah signifikan, mulai dari traktor roda empat dan roda dua, rice transplanter, hingga combine harvester. Namun demikian, optimalisasi bantuan tersebut sangat bergantung pada kemampuan manajerial pengelola di lapangan.
“Bantuan alsintan tidak akan bermakna tanpa manajemen yang baik. Karena itu, pelatihan manajemen alsintan menjadi sangat penting agar pengelolaan lebih profesional dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Pelatihan Manajemen Alsintan bagi Brigade Pangan Provinsi Papua Selatan dijadwalkan berlangsung mulai 19 Februari hingga 11 April 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi pengelola dan operator alsintan dalam aspek operasional, perawatan, serta pemeliharaan alat.
Selain itu, pelatihan juga diarahkan untuk memperkuat manajemen usaha tani agar penggunaan alsintan lebih efisien dan mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi Brigade Pangan.
Dalam rakor tersebut, seluruh pihak diminta memastikan kesiapan peserta yang benar-benar berasal dari unsur Brigade Pangan, kesiapan instruktur dan materi baik teknis maupun manajerial, serta kesiapan alsintan yang akan digunakan untuk praktik lapangan.
Melalui sinergi antara BBPP Ketindan, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Merauke, serta penyuluh pertanian setempat, diharapkan Brigade Pangan mampu menjadi unit pelayanan mekanisasi yang profesional, responsif, dan tangguh di wilayah kerjanya.
Rapat koordinasi secara resmi dibuka dengan harapan kegiatan pelatihan berjalan optimal dan mampu mendukung terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan di Papua Selatan. Humas BBPP Ketindan






