Malang – Peringatan Hari Kartini yang digelar di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan, Selasa (21/4/2026), menjadi momentum untuk menegaskan peran strategis perempuan dalam pembangunan sektor pertanian sekaligus memperkuat komitmen terhadap ketahanan pangan nasional.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala BBPP Ketindan, Nurul Qomariyah, dan diikuti oleh seluruh pegawai. Dalam kesempatan tersebut, juga dilaksanakan peluncuran program “Dari Sampah Menjadi Berkah” serta penandatanganan komitmen bersama keterbukaan informasi publik.
Dalam amanatnya, Nurul Qomariyah menekankan bahwa semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini sangat relevan dengan kondisi saat ini, khususnya dalam mendorong keterlibatan perempuan di sektor pertanian yang semakin modern dan berbasis teknologi.
Ia menyampaikan bahwa perempuan tidak lagi hanya berperan sebagai pelengkap, tetapi telah menjadi bagian penting dalam transformasi pertanian. Mulai dari penyuluh, widyaiswara, peneliti, hingga pelaku agribisnis, perempuan hadir sebagai penggerak utama dalam menjaga ketahanan pangan.
“Perempuan masa kini adalah Kartini-Kartini baru yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh, adaptif, dan mampu berkontribusi nyata dalam pembangunan pertanian. Peran ini sangat penting dalam menjaga keberlanjutan ketahanan pangan nasional,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh pegawai untuk tidak hanya memperingati Hari Kartini secara seremonial, tetapi juga mengimplementasikan nilai-nilainya dalam kehidupan kerja, termasuk dengan meningkatkan kapasitas diri, profesionalisme, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Salah satu wujud nyata yang dilakukan adalah peluncuran program “Dari Sampah Menjadi Berkah”. Program yang digagas oleh Nur Chotimah sebagai Agen Perubahan di BBPP Ketindan ini, mendorong seluruh pegawai untuk memilah sampah organik dan anorganik sejak dari sumbernya. Sampah organik seperti sisa makanan, daun, dan ranting akan diolah menjadi pupuk organik yang dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan budidaya di lahan Rapim on The Spot (ROTS).
Sementara itu, sampah anorganik seperti plastik, kaca, dan kertas dikelola secara terpisah guna mendukung prinsip ramah lingkungan dan efisiensi sumber daya.
Selain itu, penandatanganan komitmen keterbukaan informasi publik juga menjadi bagian penting dalam kegiatan ini sebagai bentuk nyata penerapan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
Sejalan dengan semangat tersebut, Menteri Pertanian Amran Sulaiman menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan fondasi utama kedaulatan bangsa yang harus dijaga melalui kolaborasi seluruh elemen, termasuk peran aktif SDM pertanian.
“Ketahanan pangan adalah benteng utama negara. Jika pangan kuat, maka bangsa ini akan kokoh dan tidak mudah terpengaruh oleh tekanan global,” tegas Amran.
Ia juga menekankan bahwa peningkatan produksi dan kemandirian pangan harus terus didorong melalui optimalisasi sumber daya, inovasi, serta partisipasi aktif seluruh masyarakat, termasuk perempuan sebagai bagian penting dalam sistem pertanian nasional.
Senada, Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa penguatan ketahanan pangan tidak terlepas dari kualitas sumber daya manusia pertanian yang adaptif dan berdaya saing.
“Pembangunan pertanian berkelanjutan membutuhkan SDM yang kompeten, inklusif, dan mampu beradaptasi dengan perubahan, termasuk mendorong peran perempuan sebagai bagian penting dalam sistem pangan,” ujarnya.
Melalui peringatan Hari Kartini ini, BBPP Ketindan tidak hanya mengenang nilai perjuangan, tetapi juga mengimplementasikannya dalam aksi nyata. Mulai dari penguatan peran perempuan di sektor pertanian, kepedulian terhadap lingkungan melalui pengelolaan sampah, hingga komitmen terhadap transparansi publik, semuanya menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan Indonesia yang berkelanjutan. Humas BBPP Ketindan






