Optimalkan Lahan Sempit, UPT Kementan Perkuat Peran Nyata Dukung Ketahanan Pangan

Malang – Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah pemanfaatan lahan secara optimal melalui penanaman berbagai komoditas hortikultura seperti timun, buncis, bawang merah, dan kentang. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan pimpinan BPPSDMP agar seluruh pegawai memiliki semangat bertani serta mampu berkontribusi langsung dalam memperkuat ketahanan pangan.

Upaya tersebut juga selaras dengan pelaksanaan Rapim on The Spot (ROTS) di lingkungan BBPP Ketindan yang mendorong optimalisasi seluruh lahan yang tersedia guna meningkatkan produktivitas sekaligus mendukung Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Pada Minggu (19/4/2026), Plt Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Eko Nugroho, melakukan kunjungan ke BBPP Ketindan serta Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Bumiaji Sejahtera binaan BBPP Ketindan di Kota Batu.

Dalam kunjungannya, Eko meninjau langsung smart greenhouse serta berbagai lahan budidaya yang dikelola oleh pegawai. Ia mengapresiasi kemampuan BBPP Ketindan dalam mengoptimalkan lahan yang relatif terbatas dengan penerapan teknologi pertanian secara maksimal.

“BBPP Ketindan ini luar biasa. Dengan luasan lahan sekitar 5 hektare, seluruh area bisa dimanfaatkan secara optimal, ditanami berbagai komoditas, dan dikelola dengan baik. Ini sangat menginspirasi,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa lingkungan balai yang bersih dan asri menjadi nilai tambah dalam mendukung kegiatan pelatihan dan budidaya. Selain itu, inovasi seperti budidaya padi sistem Arkansas serta pemanfaatan lahan sempit untuk tanaman hortikultura dinilai sebagai langkah adaptif yang patut dikembangkan.

“Respons cepat terhadap arahan pimpinan terlihat jelas di sini. Pemanfaatan lahan sempit untuk tanaman seperti bawang menjadi contoh nyata yang bisa direplikasi,” imbuhnya.

Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Kepala BBPP Ketindan, Nurul Qomariyah, bersama jajaran pimpinan, widyaiswara, dan pejabat fungsional lainnya.
Dalam arahannya, Nurul Qomariyah menegaskan pentingnya peran aktif seluruh pegawai dalam mendukung program strategis Kementerian Pertanian, khususnya ketahanan pangan. Ia menekankan bahwa praktik pertanian yang dilakukan di lingkungan balai harus mampu menjadi contoh konkret yang bisa direplikasi oleh masyarakat.

“Semangat bertani harus menjadi budaya kerja kita. Apa yang kita lakukan di sini harus mampu menjadi role model dan memberikan dampak nyata dalam memperkuat ketahanan pangan, baik di lingkungan sendiri maupun di masyarakat,” tegasnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Menteri Pertanian Amran Sulaiman menegaskan bahwa penguatan ketahanan pangan nasional harus dilakukan melalui optimalisasi seluruh potensi sumber daya yang ada, termasuk lahan dan SDM pertanian.

“Ketahanan pangan adalah prioritas utama. Kita harus maksimalkan seluruh potensi lahan dan sumber daya yang ada untuk meningkatkan produksi, sehingga kebutuhan pangan nasional dapat terpenuhi secara berkelanjutan,” ujar Amran dalam berbagai kesempatan.

Senada, Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh luas lahan, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang mengelolanya.

“Ketahanan pangan yang kuat dibangun dari SDM yang kompeten, adaptif, dan mau bergerak bersama. Oleh karena itu, penguatan kapasitas SDM dan sinergi di lapangan menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan,” ungkapnya.

Melalui berbagai inovasi dan optimalisasi lahan yang dilakukan, BBPP Ketindan diharapkan terus menjadi role model dalam pengembangan pertanian modern, sekaligus memperkuat kontribusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Humas BBPP Ketindan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *