Perkuat Pengawasan Mutu Hasil Pertanian, UPT Pelatihan Kementan Cetak PMHP Ahli Kompeten

Malang – Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan menutup Pelatihan Dasar Fungsional bagi Pengawas Mutu Hasil Pertanian (PMHP) Ahli, Senin (2/11/2026). Pelatihan yang berlangsung mulai tanggal 13 Oktober–2 November 2026 ini menunjukkan hasil positif, dengan seluruh peserta mencapai kategori sangat terampil dan peningkatan hasil belajar yang efektif.

Berdasarkan rekapitulasi evaluasi penyelenggaraan, sebanyak tujuh peserta atau 100 persen dinyatakan sangat terampil. Dari aspek pengetahuan, nilai rata-rata pre-test sebesar 76 meningkat menjadi 100 pada post-test. Hasil evaluasi juga mencatat nilai N-Gain sebesar 100 dengan kriteria efektif. Sementara itu, seluruh peserta memberikan penilaian sangat baik terhadap layanan penyelenggaraan pelatihan.

Kepala BBPP Ketindan, Nurul Qomariyah, dalam sambutan penutupan menyampaikan bahwa keberhasilan menyelesaikan pelatihan harus menjadi awal peningkatan tanggung jawab dan profesionalisme peserta dalam menjalankan tugas sebagai pejabat fungsional PMHP.

Menurutnya, pengawasan mutu hasil pertanian merupakan bagian penting dalam membangun sistem pertanian yang berkualitas dan berdaya saing. Peningkatan produksi perlu diimbangi dengan jaminan mutu dan keamanan hasil pertanian agar produk yang dihasilkan memenuhi standar serta kebutuhan masyarakat.

“Kompetensi yang telah diperoleh selama pelatihan, baik pengetahuan, keterampilan teknis, maupun sikap kerja, harus benar-benar diimplementasikan di unit kerja masing-masing,” pesannya.

Ia juga menekankan tiga hal yang perlu menjadi perhatian peserta setelah kembali bertugas, yaitu profesionalisme, integritas, dan kontribusi nyata bagi pembangunan pertanian. Pelaksanaan pengawasan dan pengujian mutu harus dilakukan secara objektif, akurat, serta dapat dipertanggungjawabkan berdasarkan data dan fakta.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi pembangunan pertanian nasional. Dalam arahannya, Amran menyampaikan, “SDM pertanian harus memiliki kualitas mumpuni untuk meningkatkan produktivitas dan ketahanan pangan.”

Pesan tersebut menegaskan bahwa penguatan kompetensi aparatur menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan pertanian yang produktif dan berdaya saing. Bagi PMHP, kompetensi tersebut diperlukan untuk memastikan pelaksanaan pengawasan mutu berjalan sesuai standar dan mendukung terjaganya kualitas hasil pertanian.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya peningkatan kompetensi SDM pertanian secara berkelanjutan dan sesuai kebutuhan lapangan.

Ia menyampaikan bahwa penguatan kualitas SDM merupakan langkah penting untuk meningkatkan kemampuan insan pertanian dalam mendukung pembangunan pertanian nasional.

Melalui pelatihan dasar fungsional ini, peserta diharapkan mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas di unit kerja masing-masing. Penguatan kompetensi PMHP juga diharapkan berkontribusi terhadap peningkatan mutu hasil pertanian, keamanan pangan, nilai tambah, dan daya saing produk pertanian Indonesia.

Dengan berakhirnya pelatihan, BBPP Ketindan berharap para peserta dapat menjadi aparatur yang profesional, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan pertanian nasional. Humas BBPP Ketindan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *