Sebelas Brigade Pangan Banyuwangi Resmi Dikukuhkan, Siap Gerakkan Pertanian Modern di Lahan 2.478 Hektare

Banyuwangi – Sebelas Brigade Pangan di Kabupaten Banyuwangi resmi dikukuhkan pada Jumat (6/11/2026). Acara ini dihadiri Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan, Nurul Qomariyah, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi Danang Hartanto, Ketua Tim Kerja Penyuluh Pertanian, Ilyas Yusuf, para penyuluh pertanian lapangan (PPL), serta perwakilan Babinsa dan kepala desa penerima manfaat optimasi lahan (Oplah).

Dalam sambutannya, Nurul Qomariyah menegaskan bahwa pengukuhan ini lebih dari seremoni.

“Pengukuhan bukanlah sekadar penetapan atau pengesahan sebuah kelembagaan,” ujarnya.

Menurutnya, pengukuhan menjadi momentum menyatukan langkah, memperjelas peran, dan membangun komitmen agar Brigade Pangan benar-benar bergerak di lapangan untuk mengelola kurang lebih 2.478 hektare sehingga produktif dan memberi manfaat ekonomi bagi petani. Mulai dari perencanaan usaha tani, pemanfaatan alsintan, pengaturan sarana produksi, hingga pengelolaan hasil produksi dan jejaring pemasaran.

“Mari kita buktikan bahwa Brigade Pangan bukan hanya sekadar nama, tetapi gerakan nyata. Bergerak bersama, bekerja bersama, dan menghasilkan bersama,” tegas Nurul.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi, Danang Hartanto, menyebut kehadiran petani milenial dalam Brigade Pangan sebagai jawaban atas kebutuhan regenerasi petani. Menurutnya, generasi muda dibentuk bukan hanya untuk mencangkul, tetapi menjadi manajer lapangan yang andal, profesional, berorientasi hasil, dan melek teknologi.

“Hari ini bukan sekadar acara seremonial biasa,”ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi bersama Kementerian Pertanian, lanjutnya, berkomitmen memberikan dukungan melalui Program Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS), mulai dari mekanisasi alsintan, bibit unggul, hingga optimalisasi lahan. Ia meminta Brigade Pangan segera melakukan gerakan tanam serempak, mengoptimalkan pemanfaatan air, dan menaikkan Indeks Pertanaman (IP), terutama di lahan yang sebelumnya hanya panen sekali atau dua kali setahun. Para PPL juga diminta terus melekat mendampingi, bersama TNI dan pemangku kepentingan terkait.
Langkah ini sejalan dengan arahan

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan, menyebut Brigade Pangan sebagai garda terdepan yang menggerakkan petani agar lebih produktif, terutama petani milenial.

Mentan juga menyampaikan bahwa, “Presiden menekankan bahwa swasembada pangan adalah harga mati.”

Mentan menambahkan, “Kepada para petani muda, kalian adalah agen perubahan. Masa depan pertanian ada di tangan kalian.”

Senada, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya kolaborasi.

“Kunci keberhasilan program ini adalah sinergi,” ujarnya.

Ia juga menyebut Brigade Pangan sebagai komitmen bersama memanfaatkan potensi lahan dan membangun ketahanan pangan daerah.

Sebelas Brigade Pangan yang dikukuhkan adalah Nusawangi (Kec. Bangorejo), Mantra (Kec.Cluring), Wakat Agro (Kec. Kabat), Arunika dan Tri Makmur (Kec. Muncar), Sidoagung (Kec.Purwoharjo), Lumbung Pakunsari dan Tirto Arum (Kec. Srono), Lestari Makmur (Kec. Tegaldlimo), serta Tekat Tani dan Garda Tani (Kec. Tegalsari).

Pengukuhan ditutup dengan harapan agar Brigade Pangan tumbuh menjadi kelembagaan petani yang kuat dan mandiri, serta berkontribusi nyata bagi peningkatan produksi dan produktivitas pertanian Banyuwangi dan swasembada pangan nasional. Nurul Qomariyah/ Junni Fardiana/ Humas BBPP Ketindan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *