Malang – Penguatan kapasitas sumber daya manusia pertanian terus dilakukan Kementerian Pertanian melalui peningkatan kompetensi pengelola Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S). Salah satunya melalui Pelatihan Metodologi Penyuluhan Pertanian bagi Pengelola P4S yang diselenggarakan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan pada 2–6 November 2026.
Pelatihan yang bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu ini resmi ditutup pada Jumat (6/11/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menyiapkan pengelola P4S agar mampu menyelenggarakan pembelajaran dan pendampingan petani secara lebih sistematis, efektif, dan sesuai kebutuhan di lapangan.
Berdasarkan hasil evaluasi penyelenggaraan, sebanyak 26 peserta masuk kategori sangat terampil dan 2 peserta kategori terampil. Sementara itu, terdapat 2 peserta yang belum dinyatakan lulus. Capaian pembelajaran juga menunjukkan peningkatan signifikan, dengan rata-rata nilai pre-test sebesar 71,14 dan post-test mencapai 97,86. Artinya, terdapat kenaikan 26,72 poin atau sebesar 37,56 persen.
Perwakilan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu, Ayun Richana, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kolaborasi yang terjalin bersama BBPP Ketindan. Ia berharap kerja sama tersebut dapat terus berlanjut melalui penyelenggaraan berbagai pelatihan lainnya untuk meningkatkan kapasitas pelaku pertanian di Kota Batu.
Menyampaikan pesan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu, Ayun menegaskan bahwa peserta pelatihan merupakan agen perubahan sekaligus kepanjangan tangan pemerintah daerah dalam mengawal pembangunan pertanian.
Menurutnya, terdapat sekitar 18.000 petani yang tersebar di seluruh wilayah Kota Batu dan membutuhkan pendampingan serta penguatan kapasitas secara berkelanjutan.
“Kehadiran Bapak dan Ibu dalam pelatihan ini diharapkan dapat menjadi bekal untuk mengambil peran sebagai penyuluh pertanian swadaya. Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat ditularkan kepada petani melalui pendampingan, peragaan, pelatihan, maupun kegiatan pembelajaran lainnya,” ungkap Ayun.
Dalam sambutan penutupan, Ketua Kelompok Substansi Program dan Evaluasi, Astutiningsih, mewakili Kepala BBPP Ketindan, menekankan bahwa keberhasilan penyuluhan tidak hanya diukur dari banyaknya materi yang disampaikan, tetapi juga dari perubahan pengetahuan, keterampilan, sikap, dan perilaku petani setelah mengikuti proses pembelajaran.
Ia juga mengingatkan bahwa P4S memiliki keunggulan berupa pengalaman nyata dalam menjalankan usaha pertanian. Praktik baik, inovasi, hingga pengalaman menghadapi berbagai persoalan usaha tani merupakan modal berharga yang perlu dibagikan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh petani lainnya.
Hal tersebut sejalan dengan arahan, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, yang menempatkan penyuluh pertanian sebagai garda terdepan dalam mengawal program pembangunan pertanian, termasuk percepatan swasembada pangan. Penyuluh dituntut mampu memastikan berbagai program dan inovasi pertanian dapat diterapkan hingga tingkat petani.
Sementara itu, Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, terus mendorong penguatan kapasitas sumber daya manusia dan kelembagaan P4S sebagai mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kompetensi petani. Penguatan kelembagaan tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan pembelajaran dan mempercepat penyebarluasan inovasi pertanian.
Melalui pelatihan ini, pengelola P4S diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan teknis dalam berbagi pengalaman, tetapi juga menguasai metodologi pembelajaran yang tepat sehingga mampu mengembangkan P4S sebagai pusat pembelajaran, inovasi, kewirausahaan, dan regenerasi petani.
Setelah penutupan pelatihan, peserta selanjutnya akan mengikuti rangkaian sertifikasi kompetensi sebagai bagian dari penguatan kapasitas dan pengakuan kompetensi yang dimiliki. Musdalipah/ Humas BBPP Ketindan






