Dorong Swasembada Pangan, Penyuluh Kementan Dampingi Petani Olah Lahan Padi Sawah

Kediri – Dalam rangka mendukung program swasembada pangan nasional, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kementerian Pertanian melalui Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Pesantren, Kota Kediri, Jawa Timur, terus menunjukkan peran aktifnya dalam melakukan pendampingan pengolahan lahan padi sawah kepada petani di wilayah binaannya.

Kegiatan pendampingan ini dilakukan oleh Agus Fatony Tohari selaku Penyuluh di Kecamatan Pesantren, pada 17/4/2026, kepada petani binaannya, Budi Setiawan, dari Kelompok Tani (Poktan) Tani Rukun, lingkungan Cakarsi, Kelurahan Tosaren, Pesantren. Kegiatan pengolahan lahan dilakukan pada areal seluas 0,5 hektar dengan rencana penanaman padi varietas mapan menggunakan sistem tanam benih langsung (Tabela).

Dalam kegiatan pendampingan tersebut, pengolahan lahan dilakukan dengan menggunakan alat mesin pertanian (alsintan) berupa traktor roda dua (TR2), yang dinilai mampu meningkatkan efisiensi kerja sekaligus produktivitas pertanian. Penggunaan TR2 memungkinkan proses pembajakan dan penggaruan tanah dilakukan lebih cepat dibandingkan metode tradisional, serta sangat cocok untuk lahan sempit hingga sedang.
Penggunaan mekanisasi ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitas, terutama dalam proses pembajakan dan penggaruan tanah yang menjadi tahap awal penting dalam budidaya padi sawah. Penggunaan traktor roda dua memungkinkan percepatan persiapan lahan dibandingkan metode tradisional, serta sangat ideal untuk lahan berukuran sempit hingga sedang. Selain itu, mekanisasi juga membantu mengatasi keterbatasan tenaga kerja di sektor pertanian sekaligus meningkatkan kualitas hasil pengolahan tanah.

Selain meningkatkan efisiensi, pengolahan lahan yang baik juga menjadi kunci keberhasilan budidaya padi. Proses ini meliputi pembersihan lahan dari gulma, pembalikan dan penghancuran tanah, pengaturan kondisi air melalui penggenangan atau pengeringan, hingga pembentukan struktur lahan seperti guludan dan bedengan. Langkah tersebut bertujuan menciptakan kondisi tanah yang optimal agar mendukung pertumbuhan tanaman, meningkatkan aerasi dan drainase, serta memaksimalkan penyerapan unsur hara.

Menurut Agus, pendampingan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas petani dalam mengelola lahan secara optimal, sekaligus mendorong percepatan tanam guna mencapai target luas tambah tanam (LTT) pada musim tanam berjalan.

“Pendampingan ini penting, tidak hanya memastikan kesiapan lahan, tetapi juga memastikan petani mampu menerapkan teknik budidaya yang tepat serta memberikan pemahaman teknis kepada petani agar mampu meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan,” ujarnya.

Upaya ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang menekankan pentingnya peningkatan produksi pangan nasional melalui optimalisasi lahan dan pemanfaatan teknologi pertanian.

“Saat ini kami gencar melakukan peningkatan produksi, bisa kita lihat data produksi beras kita saat ini tertinggi sepanjang sejarah, jadi lahan pertanian yang ada harus dioptimalkan untuk mengejar target produksi kita,” kata Mentan Amran.

Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi pertanian, penggunaan benih unggul serta mekanisasi pertanian yang disesuaikan dengan kondisi lahan guna meningkatkan hasil pertanian yang berkelanjutan.

Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menegaskan bahwa peran penyuluh pertanian sangat strategis menjadi ujung tombak dalam memastikan keberhasilan program swasembada pangan melalui pendampingan intensif kepada petani di lapangan.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh, dan petani menjadi kunci dalam meningkatkan produksi pangan secara berkelanjutan.

“Melalui pendampingan yang intensif dan berkelanjutan, diharapkan petani mampu meningkatkan produktivitasnya sehingga berkontribusi nyata terhadap ketahanan dan swasembada pangan nasional,” kata Santi.

Dengan adanya pendampingan ini, diharapkan upaya peningkatan produksi padi di wilayah Kota Kediri dapat berjalan optimal dan memberikan dampak nyata dalam mendukung ketahanan pangan nasional serta mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pencapaian swasembada pangan nasional. Agus Fatony Tohari/ Adhis Millia Windhy*

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *