Kediri – Upaya menumbuhkan minat generasi muda terhadap sektor pertanian terus digencarkan dan diperkuat melalui edukasi sejak dini. Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kementerian Pertanian Kota Kediri, Agus Fatony Tohari, melaksanakan kegiatan penyuluhan kepada siswa-siswi SMP Muhammadiyah 2 Kediri pada Kamis (16/4/2026).
Kegiatan edukasi ini diikuti dan melibatkan para siswa yang berjumlah sekitar 250 peserta dengan mengusung tema konsep pertanian modern yang efisien dan ramah lingkungan. Materi yang disampaikan meliputi teknik dasar budidaya hidroponik, pemilihan media tanam, nutrisi tanaman, hingga strategi pengendalian organisme pengganggu tanaman secara tepat dan berkelanjutan.
Program sosialisasi ini selain bertujuan memperkenalkan teknik modern dalam bercocok tanam yang ramah lingkungan, efisien, serta hemat lahan, sekaligus juga sebagai salah satu upaya mendorong ketertarikan siswa terhadap pertanian masa kini.
Agus Fatony Tohari menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya edukasi sejak dini guna mengenalkan potensi besar sektor pertanian kepada generasi muda.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengenalkan dunia pertanian sejak dini, sehingga anak-anak memiliki wawasan dan ketertarikan untuk terjun di sektor pertanian di masa depan,” jelas Fatony.
Ia juga menjelaskan bahwa pertanian saat ini tidak lagi identik dengan cara konvensional. Dengan teknologi seperti hidroponik, pertanian menjadi lebih modern, menarik, dan memiliki nilai ekonomi tinggi, pertanian modern seperti hidroponik menjadi solusi di tengah keterbatasan lahan.
“Selain itu, siswa juga diberikan pemahaman dasar terkait pengenalan tanaman, bagian tubuh tanaman, proses perkembangbiakan, hingga teknik budidaya dan pengendalian hama penyakit,”imbuh Fatony.
Tidak hanya teori, kegiatan juga dilengkapi dengan praktik langsung pembuatan instalasi hidroponik sederhana menggunakan sistem sumbu (wick system) dari galon bekas. Metode ini dinilai mudah diterapkan dan dapat menjadi langkah awal bagi siswa untuk mencoba bercocok tanam secara mandiri di lingkungan rumah maupun sekolah.
Para siswa tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan, terutama saat praktik pembuatan instalasi hidroponik. Interaksi aktif ini menjadi indikator positif dalam menumbuhkan minat generasi muda terhadap pertanian modern. Melalui kegiatan ini, diharapkan muncul ketertarikan siswa terhadap dunia pertanian serta membuka wawasan bahwa sektor ini memiliki peluang besar di masa depan.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya regenerasi petani melalui pendekatan edukasi kepada generasi muda. Menurutnya, sektor pertanian membutuhkan sumber daya manusia yang adaptif terhadap teknologi dan inovasi.
“Pertanian harus dikenalkan sejak dini agar generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku utama dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional,” tegas Mentan Arman.
Sementara itu, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian menekankan bahwa peran penyuluh pertanian sangat strategis dalam mendukung regenerasi petani. Penyuluh tidak hanya bertugas mendampingi petani, tetapi juga menjadi agen edukasi yang menjembatani transfer pengetahuan kepada generasi muda.
Kegiatan penyuluhan ini juga bertujuan untuk membentuk kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan serta peran generasi muda dalam mendukung pembangunan pertanian nasional. Edukasi mengenai pengendalian hama dan penyakit tanaman diharapkan dapat memberikan pemahaman dasar tentang pentingnya menjaga kesehatan tanaman untuk meningkatkan produktivitas. Agus Fatony Tohari/ Adhis Millia Windh*






