Branding Aerotron Industries, PT WCS memperkenalkan pendekatan baru pertanian presisi, otomasi, mekanisasi, dan data-driven agriculture bersama YTO International Limited, CV Palupi Agri Berdikari, BRMP Mektan, APDI, Agrilabs.id, dan mitra teknologi internasional
Gorontalo, Juni 2026 — Pertanian Indonesia sedang memasuki babak baru. Tantangan produktivitas, efisiensi tenaga kerja, ketahanan pangan, dan kebutuhan modernisasi tidak lagi cukup dijawab hanya dengan penyediaan alat. Hari ini, sektor pertanian dan perkebunan membutuhkan ekosistem yang lebih utuh: teknologi lapangan, data agronomi, mekanisasi, operator terlatih, distribusi nasional, dan kemitraan strategis yang mampu bekerja bersama.
Dengan semangat tersebut, PT Wulan Cipta Sejati (PT WCS) hadir di PENAS KTNA 2026 Gorontalo untuk memperkenalkan ekosistem teknologi pertanian modern yang menggabungkan pertanian presisi, otomasi, mekanisasi, data intelligence, dan edukasi operator dalam satu pendekatan terintegrasi.
Melalui Aerotron Industries, branding teknologi di bawah PT WCS, perusahaan menghadirkan berbagai solusi agritech, mulai dari drone pertanian Aerotron Agra30, Aerotron PowerGro SP-300 Seed Germinator, DOJO Pumps, traktor YTO ESK454 dan YTO NLX1054, hingga drone simulator dan tractor simulator yang memberikan pengalaman imersif bagi pengunjung.
Kehadiran PT WCS di PENAS KTNA 2026 juga diperkuat melalui kolaborasi bersama berbagai mitra strategis, antara lain YTO International Limited, CV Palupi Agri Berdikari (PARI), Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Mekanisasi Pertanian (BRMP Mektan) – Kementerian Pertanian, Asosiasi Pilot Drone Indonesia (APDI), Agrilabs.id, serta Ilssang Industry Co., Ltd. dari Korea Selatan.
Melalui kolaborasi tersebut, PT WCS ingin menunjukkan bahwa masa depan pertanian Indonesia tidak hanya ditentukan oleh alat yang lebih kuat, tetapi juga oleh sistem yang lebih cerdas, data yang lebih akurat, operator yang lebih siap, dan ekosistem yang lebih terhubung.
Hadir dengan Konsep Ekosistem Pertanian Modern
PENAS KTNA 2026 menjadi momentum penting bagi PT WCS untuk memperlihatkan arah baru pengembangan solusi pertanian modern. Sejalan dengan tema besar PENAS XVII 2026 tentang transformasi teknologi untuk mendukung swasembada pangan menuju Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045, PT WCS hadir dengan pendekatan yang tidak sekadar menampilkan produk, tetapi membangun cerita besar tentang masa depan pertanian Indonesia.
Di ajang ini, PT WCS memperkenalkan konsep ekosistem pertanian modern dari hulu ke hilir. Ekosistem tersebut mencakup persiapan benih, pengolahan lahan, mekanisasi, irigasi, penyemprotan presisi, analitik data lahan, pelatihan operator, hingga dukungan distribusi dan purnajual.
Dalam konteks pertanian dan perkebunan, pendekatan ini menjadi sangat relevan. Petani, kelompok tani, koperasi, brigade pangan, perusahaan perkebunan, dan pelaku agribisnis membutuhkan solusi yang tidak berdiri sendiri-sendiri. Mereka membutuhkan alat yang dapat bekerja di lapangan, data yang dapat membantu pengambilan keputusan, serta mitra yang mampu mendampingi proses adopsi teknologi.
Hadirkan beberapa Lini Solusi
Aerotron Agra30, drone pertanian berkapasitas 30 liter yang dikembangkan untuk mendukung penyemprotan presisi secara lebih efisien, merata, dan terukur.
Aerotron PowerGro SP-300 Seed Germinator, teknologi perkecambahan benih yang dikembangkan melalui kerja sama antara PT WCS, BRMP Mektan, dan Ilssang Industry Co., Ltd. dari Korea Selatan.
DOJO Pumps, lini pompa pertanian untuk mendukung kebutuhan pengairan, irigasi, dan distribusi air di lahan pertanian maupun perkebunan.
YTO ESK454 dan YTO NLX1054, traktor dan mesin pertanian besar untuk mendukung mekanisasi pengolahan lahan di berbagai skala.
Drone Simulator dan Tractor Simulator, sistem pelatihan imersif yang dikembangkan PT WCS di bawah branding Aerotron Industries untuk memperkenalkan pengalaman operasional drone dan traktor secara realistis, aman, dan interaktif.
Melalui konsep ini, PT WCS ingin menunjukkan bahwa transformasi pertanian tidak hanya berbicara tentang “alat baru”, tetapi tentang bagaimana teknologi dapat benar-benar digunakan, dipahami, dilatih, dan diintegrasikan ke dalam praktik pertanian sehari-hari.
Memperkuat Kehadiran YTO di Indonesia Bersama CV Palupi Agri Berdikari
Dalam lini mekanisasi pertanian, PT WCS bersama CV Palupi Agri Berdikari (PARI) memperkuat kehadiran produk YTO International Limited di Indonesia.
YTO International Limited merupakan prinsipal manufaktur alat dan mesin pertanian asal Tiongkok yang memiliki sejarah panjang dalam pengembangan traktor dan mesin pertanian. YTO dikenal sebagai salah satu pemasok mesin pertanian dari China dengan lini produk yang mencakup traktor, harvesting equipment, agricultural implements, diesel engine, dan berbagai solusi mekanisasi pertanian.
Di Indonesia, PT WCS dan CV PARI hadir sebagai mitra distribusi nasional YTO dengan karakter dan keunggulan yang saling melengkapi. Keduanya tidak diposisikan sebagai kanal distribusi yang saling tumpang tindih, melainkan sebagai dua pilar strategis untuk memperluas penetrasi produk YTO secara lebih terstruktur, berkelanjutan, dan dekat dengan kebutuhan lapangan.
PT WCS membawa kekuatan pada sisi teknologi, engineering, integrasi produk, pasar kelembagaan, pemahaman terhadap program pemerintah, serta kemampuan membangun ekosistem agritech yang terhubung dengan kebutuhan modernisasi pertanian nasional.
Sementara itu, CV PARI membawa kekuatan pada sisi komersialisasi, penetrasi pasar, jaringan distribusi, pengembangan channel, serta kedekatan dengan kebutuhan pengguna akhir di sektor alat dan mesin pertanian.
Melalui kombinasi tersebut, YTO memperoleh fondasi kemitraan yang lebih kuat di Indonesia: kekuatan manufaktur global dari YTO, dukungan teknologi dan integrasi dari PT WCS, serta jaringan komersial dan pengalaman pasar dari CV PARI.
Model kemitraan ini menjadi penting karena pasar pertanian Indonesia memiliki karakter yang sangat luas dan beragam. Kebutuhan mekanisasi di lahan sawah, perkebunan, hortikultura, kawasan pangan, dan wilayah pengembangan pertanian baru membutuhkan pendekatan yang tidak tunggal. Karena itu, sinergi antara YTO, PT WCS, dan CV PARI diharapkan dapat mempercepat akses petani dan pelaku agribisnis terhadap produk mekanisasi yang lebih relevan, kuat, dan mudah dijangkau.
Aerotron Industries: Branding Teknologi Pertanian di Bawah PT WCS
Aerotron Industries merupakan branding teknologi di bawah PT Wulan Cipta Sejati yang dikembangkan untuk menghadirkan solusi pertanian presisi, otomasi, mekanisasi, dan teknologi agrikultur modern yang aplikatif bagi kebutuhan Indonesia.
Aerotron Industries tidak diposisikan sebagai entitas terpisah, tetapi sebagai wajah teknologi PT WCS dalam mengembangkan dan memperkenalkan produk-produk agritech yang lebih dekat dengan kebutuhan lapangan.
Di bawah branding Aerotron Industries, PT WCS mengembangkan berbagai lini teknologi, antara lain:
Aerotron Agra30, drone pertanian untuk penyemprotan presisi.
Aerotron PowerGro SP-300 Seed Germinator, teknologi perkecambahan benih.
Aerotron Drone Simulator, sistem simulasi pengoperasian drone pertanian.
Aerotron Tractor Simulator, sistem simulasi pengoperasian traktor.
Serta integrasi teknologi pendukung pertanian modern lainnya.
Melalui Aerotron Industries, PT WCS ingin menghadirkan teknologi yang tidak hanya terlihat modern, tetapi juga dapat digunakan secara nyata oleh petani, operator, teknisi, pelaku usaha pertanian, perusahaan perkebunan, dan lembaga pengguna. Fokusnya adalah membuat teknologi menjadi lebih mudah dipahami, lebih mudah dilatih, dan lebih dekat dengan kebutuhan operasional di lapangan.
Dalam konteks pertanian dan perkebunan, kehadiran Aerotron Industries menjadi bagian dari jawaban atas kebutuhan efisiensi tenaga kerja, ketepatan aplikasi input, peningkatan produktivitas, dan kesiapan menghadapi era pertanian berbasis data, otomasi, dan presisi.
Kemitraan Strategis
Pengembangan teknologi pertanian tidak dapat dilakukan sendiri. Karena itu, PT WCS melalui branding Aerotron Industries membangun berbagai kemitraan strategis dengan lembaga, asosiasi, dan mitra teknologi yang memiliki peran penting dalam memperkuat ekosistem pertanian modern.
Kemitraan dengan APDI untuk Ekosistem Drone Pertanian
Dalam pengembangan ekosistem drone pertanian, PT WCS menjalin kemitraan strategis dengan Asosiasi Pilot Drone Indonesia (APDI).
Kemitraan ini diarahkan untuk memperkuat aspek edukasi, pelatihan, kesiapan operator, tata kelola penerbangan drone, serta pengembangan ekosistem pengguna drone pertanian di Indonesia.
Bagi PT WCS, drone pertanian tidak cukup hanya dipahami sebagai unit alat penyemprot. Drone adalah bagian dari sistem yang membutuhkan operator terlatih, prosedur operasional yang baik, pemahaman terhadap area kerja, serta dukungan teknis yang memadai.
Melalui sinergi dengan APDI, PT WCS ingin memastikan bahwa pengembangan drone pertanian di Indonesia berjalan lebih bertanggung jawab, aman, dan berkelanjutan. Dengan demikian, adopsi drone tidak hanya meningkat dari sisi jumlah unit, tetapi juga dari sisi kualitas penggunaan dan kesiapan sumber daya manusia.
Kemitraan dengan BRMP Mektan untuk Pengembangan Drone dan Alsintan
PT WCS juga memperkuat sinergi dengan Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Mekanisasi Pertanian (BRMP Mektan) Kementerian Pertanian dalam perekayasaan, pengembangan, pengujian, dan penerapan alat mesin pertanian modern.
BRMP Mektan memiliki peran strategis dalam mendorong modernisasi mekanisasi pertanian melalui pengembangan teknologi, pengujian alat, serta penguatan inovasi bersama mitra swasta. Dalam konteks tersebut, PT WCS hadir sebagai mitra teknologi yang mendukung proses hilirisasi agar produk pertanian advance dapat lebih dekat dengan kebutuhan pengguna akhir.
Di area gelar teknologi PENAS KTNA 2026, turut ditampilkan drone hasil kerja sama dalam ekosistem Agro Modern. Agro Modern merupakan branding dari BRMP Mektan atas produk rekayasa dan pengembangan alat dan mesin pertanian yang dikembangkan bersama mitra strategis swasta.
Kehadiran Agro Modern memperlihatkan bahwa modernisasi pertanian nasional membutuhkan sinergi antara lembaga pemerintah, riset dan pengembangan, pelaku industri, mitra teknologi, dan pengguna lapangan. Dalam ekosistem ini, PT WCS berperan sebagai mitra swasta yang mendukung proses rekayasa, integrasi, pengembangan produk, dan hilirisasi teknologi pertanian.
Kemitraan dengan BRMP Mektan dan Ilssang Industry Korea Selatan untuk Seed Germinator
Pada lini teknologi pembenihan, PT WCS memperkenalkan Aerotron PowerGro SP-300 Seed Germinator, sebuah produk seed germinator dengan OEM name Aerotron PowerGro SP-300.
Produk ini dikembangkan melalui kerja sama antara PT WCS, BRMP Mektan, dan Ilssang Industry Co., Ltd. dari Korea Selatan. Kolaborasi ini menggabungkan pemahaman terhadap kebutuhan pertanian Indonesia, dukungan kelembagaan dan rekayasa nasional, serta pengalaman teknologi dari mitra internasional.
Aerotron PowerGro SP-300 dirancang untuk membantu proses perkecambahan benih secara lebih terkontrol, seragam, dan efisien. Teknologi ini menjadi penting karena persiapan benih merupakan salah satu tahap awal yang sangat menentukan kualitas pertanaman, keseragaman tumbuh, dan produktivitas di lapangan.
Melalui kerja sama ini, PT WCS ingin menunjukkan bahwa pengembangan teknologi pertanian Indonesia dapat dilakukan melalui model kolaborasi yang menghubungkan rekayasa lokal, kebutuhan nasional, dan teknologi internasional.
Kemitraan dengan Agrilabs.id untuk Data, AI, dan Precision Agronomy
Selain memperkuat sisi mekanisasi, otomasi, dan pengembangan alat mesin pertanian, PT WCS juga membangun kemitraan strategis dengan Agrilabs.id untuk memperkuat lapisan data dan intelligence dalam ekosistem pertanian presisi.
Agrilabs.id merupakan perusahaan teknologi pertanian yang berfokus pada pengembangan solusi precision agriculture berbasis data, artificial intelligence, dan remote sensing. Melalui teknologi tersebut, Agrilabs.id menyediakan solusi seperti nutrient analysis berbasis AI, smart fertilizer recommendation, integrated fertilizer budgeting, dan AI-driven yield prediction bagi sektor pertanian dan perkebunan.
Kemitraan antara PT WCS dan Agrilabs.id menjadi relevan karena transformasi pertanian modern tidak hanya membutuhkan alat yang kuat, tetapi juga keputusan budidaya yang lebih presisi. Drone, traktor, pompa, seed germinator, dan alat mekanisasi membutuhkan dukungan data agar penggunaannya dapat lebih tepat sasaran, efisien, dan berdampak langsung terhadap produktivitas.
Dalam ekosistem ini, PT WCS melalui Aerotron Industries menghadirkan perangkat dan teknologi lapangan seperti drone pertanian, simulator, pompa, seed germinator, serta integrasi mekanisasi. Sementara itu, Agrilabs.id memperkuat sisi analitik dan decision support melalui pemanfaatan data untuk memahami kondisi lahan, status nutrisi tanaman, kebutuhan input, dan potensi produktivitas.
Sinergi ini membuka peluang pengembangan layanan pertanian presisi yang lebih menyeluruh, terutama bagi perkebunan, kawasan pangan, korporasi pertanian, koperasi, kelompok tani, dan pelaku agribisnis yang membutuhkan pendekatan berbasis data dalam mengelola lahan.
Melalui kolaborasi ini, teknologi drone dapat diarahkan tidak hanya sebagai alat aplikasi penyemprotan, tetapi juga sebagai bagian dari sistem manajemen lahan yang lebih cerdas. Data kondisi tanaman dan lahan dapat menjadi dasar untuk menentukan area prioritas, kebutuhan pemupukan, pola irigasi, strategi penyemprotan, dan perencanaan operasional mekanisasi.
Dengan demikian, kemitraan PT WCS dan Agrilabs.id memperluas makna pertanian presisi dari sekadar penggunaan alat modern menjadi pendekatan berbasis data, teknologi, dan keputusan agronomi yang lebih terukur.
Bagi PT WCS, kemitraan ini menjadi bagian dari strategi untuk membangun ekosistem agritech yang lebih lengkap: mulai dari data insight, rekomendasi agronomi, mekanisasi, aplikasi lapangan, hingga pelatihan operator. Sementara bagi Agrilabs.id, kolaborasi ini membuka ruang integrasi yang lebih luas antara data pertanian presisi dengan perangkat dan teknologi lapangan yang dikembangkan oleh PT WCS.
Kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi pelaku pertanian dan perkebunan di Indonesia, khususnya dalam meningkatkan efisiensi penggunaan input, menekan biaya operasional, memperbaiki kualitas pengambilan keputusan, dan mendukung produktivitas yang lebih berkelanjutan.
Danung Wicaksono, MBA., MIS., Vice President Pengembangan Bisnis PT Wulan Cipta Sejati, menjelaskan bahwa kehadiran PT WCS di PENAS KTNA 2026 bukan hanya untuk memperkenalkan produk, tetapi juga untuk menunjukkan arah pengembangan bisnis perusahaan dalam membangun ekosistem teknologi pertanian yang lebih luas.
“Bagi kami, pertanian modern tidak bisa lagi dilihat secara terpisah antara alat, pengguna, distribusi, teknologi, data, dan layanan purnajual. Semuanya harus dibangun sebagai satu ekosistem. Karena itu, PT WCS hadir dengan pendekatan yang lebih terintegrasi: mulai dari drone pertanian, pompa irigasi, seed germinator, traktor, sistem simulator, hingga data intelligence untuk mendukung pengambilan keputusan di lapangan,” ujar Danung.
Menurut Danung, pengembangan bisnis PT WCS saat ini diarahkan pada penguatan kolaborasi antara teknologi, manufaktur, distribusi, data agronomi, dan kemitraan strategis. Melalui sinergi dengan BRMP Mektan, YTO International Limited, CV Palupi Agri Berdikari, APDI, Agrilabs.id, serta mitra teknologi lainnya, PT WCS berupaya membangun model bisnis yang tidak hanya berorientasi pada penjualan unit, tetapi juga pada penciptaan nilai jangka panjang bagi sektor pertanian nasional.
“Kami melihat peluang besar dalam transformasi pertanian Indonesia. Kebutuhan petani dan pelaku pertanian saat ini bukan hanya alat yang kuat, tetapi juga teknologi yang mudah dioperasikan, efisien, memiliki dukungan pelatihan, didukung data yang baik, serta dapat diintegrasikan dengan kebutuhan program pemerintah. Di sinilah PT WCS ingin mengambil peran: menjadi jembatan antara teknologi global, rekayasa lokal, data agronomi, dan kebutuhan riil di lapangan,” tambahnya.
Danung juga menekankan bahwa kemitraan dengan YTO International Limited dan CV PARI merupakan model kolaborasi strategis yang saling melengkapi.
“Dalam melihat kemitraan dengan YTO, kami tidak menempatkan PT WCS dan PARI sebagai dua entitas yang berjalan sendiri-sendiri. Justru kekuatannya ada pada karakter yang saling melengkapi. PT WCS memiliki kapasitas pada pengembangan teknologi, engineering, integrasi produk, institutional market, dan pemahaman terhadap program pemerintah. Sementara PARI memiliki kedekatan yang kuat dengan pasar, jaringan distribusi, serta kebutuhan komersial pengguna alat dan mesin pertanian di lapangan,” jelas Danung.
Menurutnya, Indonesia merupakan pasar mekanisasi pertanian yang besar dan beragam, sehingga membutuhkan pendekatan distribusi dan pengembangan teknologi yang tidak tunggal.
“Indonesia adalah pasar yang besar, tetapi juga sangat beragam. Karakter pertanian di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, hingga Papua memiliki kebutuhan yang berbeda. Karena itu, YTO membutuhkan mitra lokal yang tidak hanya bisa menjual, tetapi juga memahami konteks lapangan. Di sinilah PT WCS dan PARI menjadi kombinasi yang kuat,” lanjutnya.
Danung juga menjelaskan bahwa kemitraan dengan Agrilabs.id menjadi bagian penting dalam melengkapi ekosistem teknologi PT WCS, khususnya pada sisi data dan pengambilan keputusan agronomi.
“Pertanian presisi tidak bisa hanya berhenti pada alat. Drone, traktor, pompa, dan mesin pertanian akan jauh lebih bernilai ketika penggunaannya didukung oleh data yang baik. Di sinilah Agrilabs.id menjadi mitra strategis yang sangat relevan bagi PT WCS. Mereka membawa kemampuan analitik, remote sensing, nutrient insight, dan rekomendasi berbasis AI yang dapat membantu petani, perkebunan, maupun pelaku agribisnis mengambil keputusan dengan lebih presisi,” ujar Danung.
Menurut Danung, kolaborasi PT WCS dan Agrilabs.id memperkuat posisi PT WCS dalam membangun ekosistem pertanian modern yang tidak hanya berbasis mekanisasi, tetapi juga berbasis data.
“Kalau Aerotron Industries membawa teknologi lapangan seperti drone, simulator, seed germinator, dan integrasi alat, maka Agrilabs.id memperkuat lapisan intelligence-nya. Ini yang kami lihat sebagai masa depan pertanian: alat bekerja di lapangan, data membaca kondisi lahan, lalu keputusan budidaya dibuat lebih akurat. Dengan kombinasi ini, petani dan pelaku perkebunan tidak hanya bekerja lebih cepat, tetapi juga lebih tepat,” tambahnya.
Ia menambahkan bahwa sinergi ini sangat relevan untuk sektor perkebunan dan pertanian skala luas, di mana efisiensi pemupukan, monitoring kesehatan tanaman, prediksi hasil, dan perencanaan operasional memiliki dampak langsung terhadap produktivitas dan profitabilitas.
“Bagi kami, arah pengembangan agritech ke depan adalah menghubungkan hardware, software, data, dan manusia. PT WCS ingin menghadirkan alat dan ekosistem teknologi yang bisa bekerja di lapangan, sementara mitra seperti Agrilabs.id membantu memperkuat decision-making layer. Ini membuat solusi yang kami hadirkan menjadi lebih utuh,” tutup Danung.
Febry Hardyono, ST., Vice President Agritech & Engineering PT Wulan Cipta Sejati, menyampaikan bahwa pengembangan produk pertanian modern membutuhkan proses rekayasa yang tidak hanya berorientasi pada spesifikasi teknis, tetapi juga pada kesesuaian dengan kondisi lapangan.
“Setiap produk yang kami kembangkan harus menjawab kebutuhan nyata di lapangan. Drone pertanian, pompa, seed germinator, maupun simulator tidak cukup hanya terlihat canggih. Produk tersebut harus bisa digunakan, dirawat, dipahami oleh operator, dan benar-benar memberi manfaat dalam proses pertanian,” ujar Febry.
Febry menjelaskan bahwa tim Agritech & Engineering PT WCS berperan dalam proses pengembangan, penyesuaian teknis, integrasi sistem, serta validasi fungsi produk agar teknologi yang dihadirkan dapat lebih siap digunakan oleh pengguna di Indonesia. Dalam pengembangan Aerotron Agra30, Aerotron PowerGro SP-300, DOJO Pumps, serta simulator drone dan traktor, pendekatan engineering dilakukan dengan mempertimbangkan aspek performa, durability, ergonomi penggunaan, kemudahan perawatan, dan kebutuhan pelatihan operator.
“Fokus kami adalah membuat teknologi pertanian menjadi lebih dekat dengan pengguna. Misalnya melalui simulator, kami ingin operator dapat memahami karakter pengoperasian drone dan traktor dalam lingkungan yang aman, interaktif, dan realistis. Ini penting karena transformasi teknologi membutuhkan kesiapan manusia, bukan hanya kesiapan alat,” jelas Febry.
Ia juga menambahkan bahwa kerja sama rekayasa dengan BRMP Mektan menjadi salah satu elemen penting dalam memastikan produk teknologi pertanian yang dikembangkan memiliki relevansi terhadap agenda nasional dan kebutuhan modernisasi alat mesin pertanian di Indonesia.
“Kolaborasi dengan BRMP Mektan, APDI (Asosiasi Pilot Drone Indonesia), dan Agrilabs.id memberikan ruang bagi kami untuk mengembangkan teknologi secara lebih terarah. Ada aspek pengujian, rekayasa, pembelajaran lapangan, dan penyesuaian produk yang menjadi sangat penting agar teknologi yang dihadirkan tidak hanya menjadi display, tetapi bisa berkembang menjadi solusi yang aplikatif,” lanjut Febry.
Menurut Febry, integrasi data dan teknologi lapangan juga akan menjadi arah penting dalam pengembangan produk agritech ke depan.
“Ke depan, alat pertanian akan semakin terhubung dengan data. Drone, simulator, pompa, seed germinator, dan traktor harus bisa menjadi bagian dari ekosistem yang lebih cerdas. Karena itu, pengembangan engineering tidak hanya melihat mesin sebagai mesin, tetapi juga bagaimana alat tersebut bisa mendukung keputusan operasional yang lebih presisi,” tambahnya.
Mario E Sihombing, perwakilan CV Palupi Agri Berdikari (PARI), menyampaikan bahwa kemitraan strategis dengan PT WCS bersama YTO International Limited menjadi bagian dari langkah strategis PARI dalam memperkuat distribusi alat dan mesin pertanian yang relevan dengan kebutuhan pasar Indonesia.
Dengan latar belakang pengalaman lebih dari 20 tahun di sektor alat dan mesin pertanian, Mario melihat bahwa kebutuhan mekanisasi pertanian Indonesia terus berkembang. Pasar tidak hanya membutuhkan produk yang kuat dan berkualitas, tetapi juga membutuhkan jaringan distribusi, dukungan teknis, pemahaman terhadap kebutuhan daerah, serta kehadiran mitra yang dekat dengan pengguna akhir.
“Selama lebih dari dua dekade berkecimpung di dunia alsintan, kami melihat bahwa keberhasilan sebuah produk di pasar tidak hanya ditentukan oleh spesifikasi. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana produk tersebut dipahami oleh pengguna, bagaimana dukungan purnajualnya, bagaimana ketersediaan unit dan suku cadangnya, serta bagaimana distributor mampu hadir menjawab kebutuhan lapangan,” ujar Mario.
Menurut Mario, YTO memiliki potensi besar untuk terus berkembang di Indonesia karena memiliki lini produk traktor dan mesin pertanian yang sesuai dengan kebutuhan mekanisasi pertanian di berbagai skala. Melalui kemitraan bersama PT WCS, PARI ingin memperkuat jalur komersialisasi, pengembangan channel, serta penetrasi produk YTO di berbagai wilayah.
“Kami melihat PT WCS memiliki kekuatan pada sisi teknologi, engineering, dan strategic ecosystem. Sementara PARI membawa pengalaman pasar, jaringan distribusi, dan kedekatan dengan pengguna alsintan. Kombinasi ini menjadi nilai tambah bagi YTO dalam membangun kehadiran yang lebih kuat di Indonesia,” jelas Mario.
Mario menambahkan bahwa PENAS KTNA 2026 menjadi momentum yang tepat untuk memperkenalkan sinergi tersebut kepada publik, khususnya kepada petani, kelompok tani, pemerintah daerah, pelaku usaha pertanian, dan pemangku kepentingan mekanisasi pertanian nasional.
“Bagi PARI, kemitraan ini bukan hanya tentang menjual traktor. Ini tentang membangun kepercayaan pasar, menghadirkan solusi mekanisasi yang tepat, dan memastikan produk yang kami bawa benar-benar dapat mendukung produktivitas pertanian Indonesia,” tutup Mario.
Melalui kehadiran di PENAS KTNA 2026, PT WCS ingin memperlihatkan bahwa transformasi pertanian Indonesia membutuhkan pendekatan yang terintegrasi. Teknologi drone, mekanisasi traktor, pompa irigasi, seed germinator, simulator, pelatihan operator, data agronomi, dan jaringan distribusi harus dibangun dalam satu ekosistem yang saling mendukung.
Kehadiran PT WCS melalui branding Aerotron Industries, bersama CV Palupi Agri Berdikari, YTO International Limited, BRMP Mektan, APDI, Agrilabs.id, Ilssang Industry Co., Ltd., dan mitra strategis lainnya menjadi bukti bahwa modernisasi pertanian nasional membutuhkan kolaborasi antara inovasi teknologi, kekuatan industri, dukungan kelembagaan, jaringan distribusi, data intelligence, dan keterlibatan langsung pengguna lapangan.
Dengan pendekatan tersebut, PT WCS berharap dapat terus memberikan kontribusi dalam mendukung pertanian presisi, otomasi, mekanisasi, swasembada pangan, efisiensi input, produktivitas perkebunan dan pertanian, serta peningkatan daya saing sektor agribisnis Indonesia.
PT Wulan Cipta Sejati adalah perusahaan jasa konstruksi serta teknologi pertanian, manufaktur, dan integrator solusi alat mesin pertanian yang berfokus pada pengembangan produk pertanian modern, mekanisasi, otomatisasi, dan teknologi presisi. Melalui branding Aerotron Industries, PT WCS mengembangkan berbagai solusi pertanian advance, termasuk drone pertanian, sistem simulator, teknologi pembenihan, pompa pertanian, serta integrasi alat mesin pertanian untuk mendukung produktivitas dan modernisasi sektor pertanian Indonesia.
Aerotron Industries merupakan branding teknologi di bawah PT Wulan Cipta Sejati yang berfokus pada pengembangan solusi agritech, drone pertanian, sistem simulasi, teknologi pembenihan, serta perangkat pendukung pertanian modern. Aerotron Industries dikembangkan untuk menghadirkan teknologi yang aplikatif, efisien, dan relevan dengan kebutuhan pertanian Indonesia.
CV Palupi Agri Berdikari, atau PARI, merupakan mitra strategis PT Wulan Cipta Sejati dalam pengembangan jaringan distribusi, pemasaran, dan penyediaan alat mesin pertanian. Bersama PT WCS, PARI berperan dalam memperkuat distribusi nasional produk traktor dan mesin pertanian besar YTO untuk mendukung kebutuhan mekanisasi pertanian di Indonesia.
Agrilabs.id adalah perusahaan teknologi pertanian yang berfokus pada solusi precision agriculture berbasis data, AI, dan remote sensing. Agrilabs.id menghadirkan layanan nutrient analysis, smart fertilizer recommendation, integrated fertilizer budgeting, dan yield prediction untuk membantu petani, perkebunan, dan pelaku agribisnis mengambil keputusan budidaya secara lebih presisi, efisien, dan berkelanjutan. MEKTAN






