UPT Kementan Gembleng Brigade Pangan Kabupaten Situbondo Perkuat Swasembada Pangan Berkelanjutan

Situbondo – Regenerasi sektor pertanian bukan lagi sekadar wacana. Menjawab tantangan ketahanan pangan global dan mendukung capaian besar swasembada pangan nasional berkelanjutan, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan kembali mengambil langkah taktis dengan menyelenggarakan Pelatihan Teknis bagi Brigade Pangan (BP) Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan Angkatan X.

Berlangsung intensif selama tiga hari, mulai tanggal 25 sampai 27 Juni 2026, kegiatan ini dipusatkan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kapongan, Kabupaten Situbondo. Menariknya, pelatihan ini secara eksklusif menyasar 10 petani muda dari Kabupaten Situbondo yang dipilih menjadi motor penggerak transformasi pertanian modern di wilayah tapal kuda Jawa Timur. Mereka dipersiapkan sebagai BP, untuk menjadi garda terdepan sekaligus agen perubahan yang akan membawa modernisasi pada sektor pertanian daerah.

Langkah ini selaras dengan arah kebijakan Kementerian Pertanian yang menempatkan petani milenial sebagai tulang punggung inovasi agribisnis. Petani muda dinilai memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap teknologi dan visi bisnis yang lebih tajam dibandingkan generasi pendahulunya.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa Brigade Pangan memiliki peran strategis dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Brigade Pangan akan menjadi garda terdepan dalam mengelola dan mengoptimalkan lahan pertanian secara modern, profesional, dan terampil dengan menjalankan usaha yang berorientasi bisnis serta menghasilkan pendapatan dan keuntungan,” ujar Mentan Amran.

Sejalan dengan arahan tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan bahwa keberhasilan Brigade Pangan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan budidaya, tetapi juga penguatan tata kelola usaha.

Menurutnya, peningkatan kapasitas dalam manajemen keuangan, pengelolaan kelembagaan, dan kompetensi teknis budidaya menjadi fondasi penting agar Brigade Pangan mampu berkembang sebagai unit usaha pertanian yang profesional sekaligus meningkatkan produktivitas lahan secara berkelanjutan.

Kurikulum pelatihan dirancang secara komprehensif dan taktis, tidak hanya menyentuh aspek teknis di lapangan, tetapi juga kompetensi manajerial. Terdapat empat pilar materi utama yang harus dikuasai oleh para peserta selama tiga hari pelatihan, yaitu Kewirausahaan, Manajemen Keuangan, Manajemen Budidaya Padi (Pemupukan Berimbang), dan Manajemen Budidaya Padi (Pengendalian OPT). Peserta diajak untuk membangun mindset bahwa petani bukan sekadar pekerja lapangan, melainkan pengusaha (agripreneur) yang inovatif dan adaptif terhadap peluang pasar.

“Pembelajaran secara dominan dilakukan dengan metode praktik, sehingga peserta dapat mengalami langsung dan menjiwai tindakan-tindakan teknis yang dipelajari, sehingga lebih mudah diterapkan di usaha yang dijalankan.” ujar Ajeng, widyaiswara sekaligus fasilitator BBPP Ketindan yang pada pelatihan ini.

Penekanan pada empat pilar ini merupakan strategi cerdas pemerintah dalam menciptakan ekosistem pertanian yang benar-benar tangguh. Pemupukan berimbang dan pengendalian OPT yang tepat adalah kunci keberlanjutan ekologi, sementara kewirausahaan dan manajemen keuangan adalah kunci keberlanjutan ekonomi.

Melalui pembekalan intensif ini, BP diharapkan mampu mengimplementasikan ilmunya dan menjadi pusat diseminasi teknologi bagi kelompok tani di wilayahnya masing-masing. Mereka adalah wajah generasi pertanian Situbondo yang kreatif, tangguh, dan melek manajerial, yang siap mengawal mimpi besar swasembada pangan berkelanjutan dan Kedaulatan Pangan Indonesia di masa depan. Ajeng*

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *