Perkuat Brigade Pangan Banyuwangi, UPT Kementan Latih Manajemen Keuangan dan Budidaya Padi Modern

Banyuwangi – Kementerian Pertanian terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) pertanian melalui peningkatan kompetensi Brigade Pangan sebagai ujung tombak penerapan pertanian modern. Upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Teknis Brigade Pangan Angkatan XII yang diselenggarakan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan, Unit Pelaksana Teknis di bawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), pada 29 Juni–1 Juli 2026 di Kabupaten Banyuwangi.

Pelatihan diikuti 25 peserta yang berasal dari lima Brigade Pangan, yaitu BP Jenggirat Tani, BP Ketapang Sari, BP Mangir Asri, BP Mahkota Tani, dan BP Blambangan Maju. Peserta dibekali berbagai materi, mulai dari kewirausahaan pertanian, manajemen keuangan, hingga manajemen budidaya padi melalui penerapan pemupukan berimbang dan pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa penguatan Brigade Pangan merupakan bagian dari strategi besar Kementerian Pertanian dalam mempercepat modernisasi pertanian nasional.

“Brigade Pangan harus menjadi motor penggerak pertanian modern. Kita ingin melahirkan SDM pertanian yang mampu menguasai teknologi, mengelola usaha secara profesional, dan menjadi penggerak peningkatan produksi menuju swasembada pangan,” tegas Amran.

Senada, Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menekankan bahwa investasi terbesar sektor pertanian terletak pada pengembangan kualitas sumber daya manusianya.

“SDM memegang peranan penting dalam peningkatan produktivitas dan ketahanan pangan nasional. Melalui pelatihan teknis, Brigade Pangan diharapkan semakin profesional, inovatif, dan mampu menjadi penggerak pembangunan pertanian di daerah,” ujarnya.

Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Rogojampi, Feby Cahayaningrum, saat membuka kegiatan menegaskan, Brigade Pangan memiliki peran strategis dalam mendukung transformasi pertanian di daerah. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan teknologi dan alat mesin pertanian, tetapi juga kualitas SDM yang mampu mengelola usaha tani secara efektif.

“Brigade Pangan harus menjadi contoh penerapan pertanian modern di lapangan. Dengan kompetensi yang terus ditingkatkan, mereka diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menjadi motor penggerak pembangunan pertanian di Banyuwangi,” ujar Feby.

Pada hari pertama, Widyaiswara BBPP Ketindan Adhis Millia Windhy menyampaikan materi kewirausahaan pertanian yang mencakup penguatan mindset bisnis, identifikasi peluang usaha, penyusunan rencana usaha, pengelolaan risiko, strategi pemasaran, hingga pengembangan usaha tani yang berkelanjutan.

“Brigade Pangan harus mampu melihat pertanian sebagai usaha yang memberikan nilai tambah dan keuntungan. Kemampuan membaca peluang pasar dan menyusun rencana bisnis menjadi kompetensi yang harus dimiliki setiap anggota Brigade Pangan,” kata Adhis.

Pada hari kedua, peserta mendapatkan materi manajemen keuangan yang difokuskan pada peningkatan literasi keuangan, akses pembiayaan, dan analisis kelayakan usaha tani padi. Sementara itu, pada hari ketiga, Widyaiswara BBPP Ketindan Ali Sutopo memberikan materi manajemen budidaya padi melalui penerapan pemupukan berimbang dan pengendalian OPT guna meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani.

Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu menyusun laporan keuangan, melakukan analisis usaha tani, mengidentifikasi peluang peningkatan keuntungan, serta menerapkan teknik budidaya padi yang lebih efektif dan efisien.

BBPP Ketindan berharap seluruh materi yang diterima peserta dapat diimplementasikan di lapangan sehingga mampu memperkuat kelembagaan Brigade Pangan sebagai pelaku usaha pertanian modern sekaligus mendukung program strategis Kementerian Pertanian dalam mewujudkan ketahanan pangan dan swasembada pangan nasional. Adhis Millia Windhy/Ali Sutopo*

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *