10 Asesi Direkomendasikan Kompeten, Sertifikasi Manajemen Agribisnis Polije Resmi Ditutup

Jember – Sebanyak 10 asesi direkomendasikan kompeten dalam Sertifikasi Kompetensi Manajemen Agribisnis Politeknik Negeri Jember (Polije). Kegiatan yang menjadi bagian dari upaya penguatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) pertanian ini resmi ditutup oleh Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan, Nurul Qomariyah, pada Sabtu (17/10/2026).

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa peningkatan kompetensi SDM merupakan salah satu kunci keberhasilan pembangunan pertanian dan percepatan pencapaian swasembada pangan. SDM yang kompeten dan profesional dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat pelaksanaan program pembangunan pertanian, serta menjawab tantangan sektor pertanian yang terus berkembang.

Sejalan dengan arah kebijakan tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya peningkatan kompetensi SDM untuk mendukung pembangunan pertanian yang berkelanjutan dan berdaya saing. Penguatan kompetensi melalui pendidikan, pelatihan, dan sertifikasi menjadi salah satu upaya untuk menyiapkan SDM pertanian yang profesional serta mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilannya sesuai kebutuhan dunia kerja.

Koordinator Asesor, Nining Hariyani, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian sertifikasi telah dilaksanakan dengan lancar, mulai dari konsultasi praasesmen, proses asesmen, hingga keputusan asesmen.

“Berdasarkan hasil asesmen, 10 asesi direkomendasikan kompeten. Semoga hasil sertifikasi kompetensi ini bermanfaat dan terus ditingkatkan untuk kemajuan SDM pertanian Indonesia,” ungkap Nining.

Dalam sambutan penutupan, Kepala BBPP Ketindan, Nurul Qomariyah, menyampaikan bahwa sertifikasi kompetensi bukan sekadar tahapan administratif, melainkan proses untuk mengukur kemampuan asesi berdasarkan standar yang telah ditetapkan.

Ia berharap hasil sertifikasi dapat menjadi motivasi bagi asesi untuk terus menjaga dan meningkatkan kompetensi serta kualitas kerja. Menurutnya, keberhasilan sertifikasi tidak hanya terletak pada kepemilikan sertifikat, tetapi juga pada kemampuan menerapkan kompetensi tersebut dalam pelaksanaan tugas dan pekerjaan sehari-hari.

“Bagi seluruh peserta yang semua berprofesi sebagai dosen, kompetensi manajemen agribisnis yang diperkuat melalui sertifikasi diharapkan memberikan nilai tambah dalam proses pembelajaran. Pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki dapat diteruskan kepada mahasiswa sehingga semakin memperkuat keterkaitan pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia kerja dan dunia industry,”jelas Nurul.

Nurul Qomariyah juga mengapresiasi sinergi antara BBPP Ketindan dan Politeknik Negeri Jember dalam mendukung peningkatan kompetensi SDM. Ia berharap kerja sama tersebut terus dikembangkan melalui berbagai program penguatan kapasitas SDM untuk mendukung kemajuan sektor pertanian.

Kegiatan penutupan turut dihadiri Ketua Jurusan Manajemen Agribisnis Politeknik Negeri Jember, Taufik Hidayat, Ketua Tempat Uji Kompetensi (TUK), Djoko Witono, Koordinator Asesor, Nining Hariyani, serta seluruh asesi Sertifikasi Kompetensi Manajemen Agribisnis Politeknik Negeri Jember.

Melalui sertifikasi kompetensi ini, BBPP Ketindan bersama Politeknik Negeri Jember turut mendukung upaya penguatan SDM pertanian yang profesional dan berdaya saing. Kompetensi yang telah diukur diharapkan dapat diterapkan secara nyata, baik dalam pengembangan pembelajaran maupun pengelolaan agribisnis, sehingga memberikan kontribusi bagi peningkatan kualitas SDM dan pembangunan pertanian Indonesia. Humas BBPP Ketindan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *