Jombang – Kementerian Pertanian terus memperkuat peran Brigade Pangan sebagai penggerak pertanian modern untuk meningkatkan produktivitas dan mempercepat swasembada pangan berkelanjutan. Upaya tersebut diwujudkan melalui pengukuhan Brigade Pangan Kabupaten Jombang yang memiliki potensi lahan Optimalisasi Lahan (OPLAH) sekitar 2.549 hektare, Jumat (16/10/2026).
Pengukuhan ini menjadi momentum untuk memperkuat kelembagaan petani, mengoptimalkan pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan), serta mendorong peningkatan indeks pertanaman (IP) dan produksi pangan. Brigade Pangan diharapkan tidak berhenti pada pembentukan organisasi, tetapi mampu berkembang menjadi unit usaha tani yang profesional, produktif, dan memberikan manfaat ekonomi bagi anggotanya.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Brigade Pangan memiliki peran strategis dalam mengoptimalkan pengelolaan lahan pertanian melalui penerapan teknologi dan mekanisasi.
“Brigade Pangan akan menjadi garda terdepan dalam mengelola dan mengoptimalkan lahan pertanian secara modern, profesional, dan terampil dengan menjalankan usaha yang berorientasi bisnis serta menghasilkan pendapatan dan keuntungan,” tegas Mentan Amran.
Menurutnya, penguatan Brigade Pangan menjadi bagian dari upaya Kementerian Pertanian untuk meningkatkan produktivitas pertanian melalui pemanfaatan teknologi modern dan keterlibatan generasi muda. Pengelolaan lahan yang lebih terorganisasi, didukung alsintan dan sumber daya manusia yang kompeten, diharapkan mampu mempercepat proses olah tanah, tanam, dan panen sekaligus meningkatkan efisiensi usaha tani.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan bahwa keberhasilan Brigade Pangan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis budidaya, tetapi juga oleh kekuatan kelembagaan dan kemampuan mengelola usaha pertanian.
“Penguatan kapasitas manajerial dan tata kelola menjadi bagian penting agar Brigade Pangan mampu mengembangkan usaha tani secara profesional, produktif, dan berkelanjutan,” ujar Idha.
Sejalan dengan arahan tersebut, penguatan Brigade Pangan di Kabupaten Jombang diarahkan untuk membangun sistem usaha tani yang terorganisasi, memanfaatkan teknologi secara optimal, serta memiliki orientasi bisnis yang jelas.
Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan, Nurul Qomariyah sebagai penanggung jawab BP di Provinsi Jawa Timur, menegaskan bahwa pengukuhan Brigade Pangan merupakan titik awal untuk membangun kinerja kelembagaan yang terukur. Keberhasilan Brigade Pangan harus tercermin dari aktivitas dan hasil kerja di lapangan, mulai dari perencanaan usaha tani, optimalisasi lahan OPLAH, pemanfaatan alsintan, hingga pengelolaan hasil produksi dan pengembangan jejaring pemasaran.
Pengembangan Brigade Pangan di Kabupaten Jombang telah mencakup 13 kecamatan dan melibatkan 91 kelompok tani (Poktan) serta gabungan kelompok tani (Gapoktan), dengan dukungan lahan OPLAH seluas kurang lebih 2.549 hektare.
Potensi tersebut perlu dikelola secara optimal agar mampu menghasilkan peningkatan produktivitas dan produksi pertanian. Karena itu, pemanfaatan alsintan harus diikuti dengan perencanaan pola tanam yang tepat, percepatan pengolahan tanah, pengaturan penggunaan sarana produksi, serta pengelolaan usaha tani yang efisien.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, M. Rony, dalam sambutannya mengingatkan bahwa Brigade Pangan merupakan kepercayaan sekaligus amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Brigade Pangan bukan sekadar mengharapkan bantuan alsintan, tetapi harus mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan indeks pertanaman, meningkatkan produksi pertanian, dan mendukung swasembada pangan berkelanjutan,” tegas M. Rony.
Ia juga mendorong Brigade Pangan yang baru terbentuk untuk belajar dari Brigade Pangan yang telah terbentuk pada tahun sebelumnya. Pengalaman tersebut dapat menjadi referensi dalam membangun tata kelola kelembagaan, mengoptimalkan penggunaan alsintan, serta mengembangkan pola kerja yang efektif sesuai kebutuhan di lapangan.
Dengan demikian, bantuan pemerintah harus dikelola sebagai modal untuk meningkatkan kinerja usaha tani, bukan sekadar fasilitas yang diterima. Keberhasilan Brigade Pangan perlu dibuktikan melalui peningkatan intensitas pertanaman, optimalisasi lahan produktif, efisiensi usaha, dan kontribusi terhadap peningkatan produksi pangan.
BBPP Ketindan bersama pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendorong penguatan Brigade Pangan agar mampu menjadi penggerak pertanian modern dan berkontribusi nyata dalam mendukung swasembada pangan berkelanjutan. Nurul Qomariyah/ Astutiningsih*






