Brigade Pangan Sampang Dikukuhkan, Siap Dongkrak Produksi Pertanian

Sampang – Optimalisasi lahan pertanian tidak cukup hanya mengandalkan ketersediaan sumber daya, tetapi membutuhkan kelembagaan petani yang kuat, pemanfaatan teknologi, dan pengelolaan usaha tani secara profesional. Untuk itu, Kementerian Pertanian terus mendorong penguatan Brigade Pangan sebagai penggerak pertanian modern guna meningkatkan produktivitas dan mempercepat swasembada pangan berkelanjutan.

Upaya tersebut diperkuat melalui Pengukuhan Brigade Pangan di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Senin (19/10/2026).

Pengembangan Brigade Pangan di wilayah ini mencakup lima kecamatan, dengan melibatkan 23 kelompok tani (Poktan) dan gabungan kelompok tani (Gapoktan), serta dukungan lahan Optimalisasi Lahan (OPLAH) seluas kurang lebih 570 hektare.

Potensi tersebut menjadi modal penting untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ekonomi petani. Tantangan berikutnya adalah memastikan lahan dikelola secara optimal, alsintan dimanfaatkan secara efektif, dan seluruh kegiatan usaha tani direncanakan berdasarkan kebutuhan serta kondisi di lapangan.

“Brigade Pangan akan menjadi garda terdepan dalam mengelola dan mengoptimalkan lahan pertanian secara modern, profesional, dan terampil dengan menjalankan usaha yang berorientasi bisnis serta menghasilkan pendapatan dan keuntungan,” tegas Mentan Amran Sulaiman.

Pengembangan Brigade Pangan menjadi bagian dari transformasi pertanian nasional yang mendorong petani tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga meningkatkan efisiensi usaha, mengembangkan nilai tambah, dan membangun kemandirian ekonomi. Mekanisasi pertanian dan penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) menjadi faktor penting untuk mewujudkan tujuan tersebut.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya penguatan kompetensi teknis, manajerial, dan kewirausahaan bagi pengelola Brigade Pangan. Kemampuan tersebut diperlukan agar Brigade Pangan dapat berkembang menjadi kelembagaan ekonomi petani yang mandiri, profesional, dan berdaya saing.

“Brigade Pangan diharapkan mampu menerapkan teknologi pertanian sesuai kebutuhan, mengelola usaha secara terukur, serta membangun sistem kerja yang mendukung peningkatan produktivitas dan keberlanjutan usaha tani,”jelas Idha.

Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan, Nurul Qomariyah, dalam sambutannya menegaskan bahwa pengukuhan Brigade Pangan harus menjadi awal dari langkah nyata untuk menggerakkan pertanian di Kabupaten Sampang.

Keberhasilan kelembagaan tidak cukup diukur dari struktur organisasi dan administrasi, tetapi harus terlihat dari aktivitas serta hasil kerja di lapangan.

“”Brigade Pangan jangan hanya terlihat pada struktur kepengurusan dan administrasinya, tetapi benar-benar terlihat melalui aktivitas dan hasil kerjanya di lapangan. Mulai dari bagaimana merencanakan kegiatan usaha tani, mengoptimalkan lahan OPLAH, memanfaatkan alsintan, mengatur penggunaan sarana produksi, meningkatkan produktivitas, hingga mengelola hasil produksi dan membangun jejaring pemasaran,” “tegas Nurul.

Menurutnya, Kabupaten Sampang memiliki potensi pertanian yang besar dan perlu dikelola secara optimal agar memberikan manfaat nyata bagi petani. Lahan OPLAH seluas kurang lebih 570 hektare harus menjadi aset produktif yang mampu mendukung peningkatan produksi, efisiensi usaha, dan kesejahteraan petani.

““Brigade Pangan harus menjadi ruang untuk bekerja bersama, saling belajar, saling menguatkan, dan bersama-sama mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi petani,” “ujarnya.

Pengembangan Brigade Pangan membutuhkan dukungan lintas sektor. Sinergi antara pemerintah daerah, penyuluh pertanian, pemerintah desa, Babinsa, dan anggota Brigade Pangan menjadi bagian penting untuk memastikan pengelolaan lahan serta usaha tani berjalan secara berkelanjutan.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala BBPP Ketindan juga menegaskan kesiapan balai untuk mendukung peningkatan kapasitas SDM pertanian melalui bimbingan teknis, pelatihan manajerial, dan fasilitasi peningkatan kompetensi. Dukungan tersebut diarahkan agar anggota Brigade Pangan tidak hanya menguasai aspek teknis budidaya, tetapi juga mampu mengelola organisasi dan usaha secara profesional.

Kegiatan pengukuhan Brigade Pangan di Kabupaten Sampang dihadiri Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sampang, Nurdin, Ketua Tim Kerja Pengelolaan Administrasi dan Kinerja Penyuluh Pertanian Kabupaten Sampang, Yulia Krisnawati Syukri, para kepala desa Kembang Jeruk, Masaran, dan Tlambah, Babinsa dari ketiga desa, koordinator penyuluh pertanian, penyuluh pertanian Kabupaten Sampang, serta anggota Brigade Pangan.

Dengan pengelolaan lahan yang optimal, pemanfaatan mekanisasi, penguatan kompetensi SDM, serta kolaborasi berkelanjutan, Brigade Pangan diharapkan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan produksi dan produktivitas pertanian di Kabupaten Sampang sekaligus mendukung swasembada pangan nasional. Nurul Qomariyah/ Junni Fardiana/ Humas BBPP Ketindan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *