Percepat Pembentukan Brigade Pangan, UPT Kementan Kawal Optimalisasi 1.020 Hektare Lahan Oplah di Pamekasan

Pamekasan – Kementerian Pertanian terus mendorong percepatan pembentukan Brigade Pangan (BP) sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan lahan pertanian, meningkatkan Indeks Pertanaman (IP), dan memperkuat produksi pangan nasional. Upaya tersebut dilakukan melalui pengawalan percepatan pembentukan Brigade Pangan di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, dengan potensi lahan optimalisasi lahan rawa (Oplah) mencapai 1.020 hektare, pada Selasa (20/10/2026).

Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan, Nurul Qomariyah, melakukan kordinasi dengan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pamekasan, Almarah Sugandi, terkait percepatan penyelesaian lahan oplah yang didampingi Ketua Tim Kerja Pengelolaan Administrasi dan Kinerja Penyuluh Pertanian Kabupaten Pamekasan, Didik Haryono.

Acara dilanjutkan dengan pembinaan penyuluh dalam rapat koordinasi (rakor) bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kabupaten Pamekasan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Pakong. Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan peran penyuluh pertanian dalam mengawal program strategis Kementerian Pertanian, sekaligus mendorong percepatan pembentukan Brigade Pangan agar potensi lahan yang tersedia dapat dikelola secara optimal dan produktif.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai arahannya menekankan pentingnya peningkatan produksi dalam negeri dan optimalisasi potensi pertanian untuk memperkuat ketahanan serta mewujudkan swasembada pangan. Penguatan pengelolaan lahan, peningkatan produktivitas, dan percepatan tanam menjadi bagian penting dalam mendukung pencapaian target tersebut.

“Pembentukan Brigade Pangan diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen untuk mempercepat pemanfaatan lahan, meningkatkan frekuensi tanam, dan memperkuat produktivitas pertanian. Keberadaan Brigade Pangan juga perlu didukung oleh pendampingan penyuluh, kelembagaan petani yang kuat, serta penerapan teknologi dan mekanisasi sesuai kebutuhan di lapangan,” tegas Mentan Amran Sulaiman.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia pertanian sebagai faktor penentu keberhasilan program pembangunan pertanian. Penyuluh pertanian memiliki peran strategis dalam menjembatani kebijakan pemerintah dengan pelaksanaan di tingkat petani, termasuk menggerakkan kelembagaan petani dan mendampingi penerapan inovasi pertanian.

“Penguatan kapasitas penyuluh menjadi penting agar percepatan pembentukan Brigade Pangan tidak berhenti pada pembentukan kelembagaan, tetapi berlanjut pada pengelolaan usaha tani yang produktif, terencana, dan berkelanjutan,” ujar Idha.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala BBPP Ketindan mendorong seluruh PPL di Kabupaten Pamekasan untuk memperkuat komitmen dan mengambil peran aktif dalam mengawal program strategis Kementerian Pertanian.

“Penyuluh diharapkan mampu mengidentifikasi potensi wilayah, mengonsolidasikan petani, serta mempercepat proses pembentukan Brigade Pangan berdasarkan kondisi dan kesiapan di lapangan,”jelas Nurul kepada seluruh penyuluh yang hadir.

Berdasarkan rencana yang disampaikan, terdapat 6 Brigade Pangan yang akan dibentuk dengan potensi lahan OPLAH mencapai 1.020 hektare. Potensi tersebut tersebar di 11 kecamatan dan melibatkan 51 kelompok tani (poktan).

Potensi ini menjadi peluang bagi Kabupaten Pamekasan untuk memperkuat pengelolaan lahan pertanian melalui pendekatan yang lebih terorganisasi. Dengan dukungan Brigade Pangan, lahan yang telah dioptimalkan diharapkan dapat dimanfaatkan secara lebih intensif, sehingga peluang peningkatan IP dan produksi pangan semakin terbuka.
Percepatan pembentukan Brigade Pangan juga membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, penyuluh pertanian, kelompok tani, dan pemangku kepentingan lainnya. Koordinasi tersebut diperlukan untuk memastikan kesiapan kelembagaan, ketersediaan sarana produksi, dukungan alat dan mesin pertanian, serta pendampingan teknis yang sesuai dengan kebutuhan petani.

Melalui pengawalan yang terarah, BBPP Ketindan mendorong agar potensi lahan Oplah di Pamekasan dapat ditindaklanjuti menjadi kegiatan usaha tani yang nyata dan produktif. Peran aktif penyuluh diharapkan mampu mempercepat pembentukan Brigade Pangan sekaligus memastikan program tersebut memberikan manfaat bagi peningkatan produksi, penguatan kelembagaan petani, dan kesejahteraan pelaku usaha tani.

Upaya ini menjadi bagian dari dukungan Kementerian Pertanian dalam memperkuat produksi pangan nasional melalui optimalisasi sumber daya pertanian dan pengembangan sumber daya manusia yang kompeten. Dengan kolaborasi dan pendampingan yang berkelanjutan, pembentukan Brigade Pangan di Pamekasan diharapkan dapat menjadi penggerak peningkatan IP dan produksi pangan di daerah. Nurul Qomariyah/ Humas BBPP Ketindan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *