UPT Kementan Perkuat Pembinaan dan Evaluasi Brigade Pangan di Sumenep

Sumenep – Kementerian Pertanian terus memperkuat pembinaan dan evaluasi Brigade Pangan untuk mendukung optimalisasi lahan, peningkatan produktivitas, serta pengembangan usaha tani modern. Upaya tersebut menjadi salah satu fokus dalam kegiatan fasilitasi penyuluh pertanian untuk koordinasi program strategis Kementerian Pertanian di CWS Penyuluh Pertanian wilayah kerja Kabupaten Sumenep, Rabu (21/10/2026).

Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan, Nurul Qomariyah, menekankan pentingnya peran penyuluh pertanian dalam mengawal pelaksanaan program strategis Kementerian Pertanian, khususnya melalui pendampingan dan evaluasi Brigade Pangan di lapangan.

“Penyuluh tidak hanya bertugas menyampaikan informasi dan inovasi teknologi pertanian kepada petani, tetapi juga berperan aktif dalam melakukan pendampingan, pembinaan, pemantauan, dan evaluasi terhadap pelaksanaan program pemerintah,” ujar Nurul.

Menurutnya, pembinaan dan evaluasi secara berkala diperlukan untuk mengetahui perkembangan pelaksanaan program, mengidentifikasi kendala, serta merumuskan langkah tindak lanjut yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Dengan demikian, Brigade Pangan dapat berkembang menjadi kelembagaan usaha tani yang produktif, profesional, dan berkelanjutan.

Sejalan dengan upaya tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Brigade Pangan memiliki peran strategis dalam mengoptimalkan pengelolaan lahan pertanian melalui penerapan teknologi modern dan mekanisasi.

“Brigade Pangan akan menjadi garda terdepan dalam mengelola dan mengoptimalkan lahan pertanian secara modern, profesional, dan terampil dengan menjalankan usaha yang berorientasi bisnis serta menghasilkan pendapatan dan keuntungan,” tegas Mentan Amran.

Penguatan Brigade Pangan, menurut arah kebijakan Kementerian Pertanian, diarahkan untuk meningkatkan produktivitas melalui pemanfaatan teknologi modern dan keterlibatan generasi muda. Pengelolaan lahan yang lebih terorganisasi, didukung alat dan mesin pertanian (alsintan) serta sumber daya manusia yang kompeten, diharapkan mampu meningkatkan efisiensi usaha tani dan mendukung peningkatan produksi pangan.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan bahwa keberhasilan Brigade Pangan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis budidaya, tetapi juga oleh kekuatan kelembagaan dan kemampuan mengelola usaha pertanian.

“Penguatan kapasitas manajerial dan tata kelola menjadi bagian penting agar Brigade Pangan mampu mengembangkan usaha tani secara profesional, produktif, dan berkelanjutan,” ujar Idha.

Arahan tersebut menegaskan pentingnya penguatan kapasitas sumber daya manusia, baik dalam aspek teknis maupun manajerial. Dalam pelaksanaannya, penyuluh pertanian berperan mendampingi Brigade Pangan agar mampu menerapkan inovasi teknologi, mengelola alsintan secara efektif, serta mengembangkan usaha tani sesuai dengan potensi dan kondisi wilayah.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Penyuluh Pertanian Kabupaten Sumenep, Dewo Ringgih, menekankan pentingnya koordinasi dan kolaborasi dalam pelaksanaan program strategis Kementerian Pertanian. Penyuluh di tingkat wilayah memiliki peran penting dalam menjembatani kebijakan pemerintah dengan kebutuhan petani, sekaligus memastikan pendampingan sesuai dengan kondisi dan tantangan di lapangan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun kesamaan persepsi dan koordinasi yang lebih efektif dalam pembinaan dan evaluasi Brigade Pangan di Kabupaten Sumenep. Pemantauan berkala dan tindak lanjut yang terkoordinasi menjadi bagian penting untuk memastikan program berjalan sesuai tujuan.

BBPP Ketindan terus mendukung penguatan kapasitas sumber daya manusia pertanian dan peningkatan kompetensi penyuluh sebagai pendamping petani. Sinergi antara pemerintah, penyuluh, dan Brigade Pangan diharapkan dapat mendorong pengelolaan usaha tani yang lebih modern, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat ketahanan pangan nasional. Nurul Qomariyah/ Agus Wahana

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *