PASURUAN – Kemandirian Pangan merupakan kemampuan negara dan bangsa dalam memproduksi pangan yang beraneka ragam dari dalam negeri yang dapat menjamin pemenuhan kebutuhan pangan yang cukup sampai di tingkat perseorangan dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam, manusia, sosial, ekonomi, dan kearifan lokal secara bermartabat.
Kemandirian pangan diwujudkan melalui peningkatan produktivitas pertanian, diversifikasi konsumsi berbasis potensi lokal, serta penguatan cadangan pangan yang melibatkan sinergitas pemerintah, pelaku utama, pelaku usaha, modernisasi irigasi, dan urban farming untuk memastikan ketersediaan pangan yang beragam, bergizi, seimbang, aman, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat.
Pondok Pesantren (Ponpes) Bayt Al-Hikmah Kota Pasuruan, didirikan tahun 2010 oleh KH. M. Idris Hamid putra dari Kiai Abdul Hamid Pasuruan seorang tokoh fenomenal, merupakan lembaga pendidikan modern di Jawa Timur pesantren ini berfokus pada keseimbangan ilmu agama, teknologi, berakhlakul karimah, dan kesehatan mental.
Kepala Pusat Pertanian Pesantren Bayt Al-Hikmah Ahmad Uwais yang biasa di panggil dengan sebutan Gus Uwais mengungkapkan bahwa Bayhi Agro Center lahir dari keyakinan bahwa pesantren tidak hanya mencetak manusia berilmu, tetapi juga mampu menjadi pusat solusi.
“Melalui pertanian modern berbasis greenhouse dan hidroponik, kami ingin membangun kemandirian pangan, membuka ruang belajar nyata bagi santri, dan menunjukkan bahwa pertanian adalah sektor masa depan yang layak digarap secara serius,” jelas Gus Uwais.
Ia bersyukur atas dukungan dan kehadiran Kementerian Pertanian dalam hal ini dari Penyuluh Pertanian Kota Pasuruan, karena berkolaborasi antara pesantren dan pemerintah menjadi kunci agar pertanian modern bisa tumbuh sampai ke akar rumput dan menciptakan petani-petani muda yang mulai langka akir-akir ini.
“Selain hidroponik ada juga budidaya sayuran di tabulapot dengan sistim pengairan tetes untuk memperkenalkan berbagai macam metode budidaya pertanian. Untuk peternakan sudah ada sejak ponped ini didirikan, mulai dari unggas, kambing, sapi dan kuda.
Rencana kedepan Pondok Pesantren Bayt Al-Hikmah akan melakukan budidaya perikanan dengan membangun kolam permanen atau kolam terpal dan pengolahan limbah organik (zero waste), “tambah Gus Uwais.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa pemerintah berkomitmen untuk mewujudkan kemandirian pangan Indonesia dengan meningkatkan produksi dan memperluas area pertanian, sejalan dengan mandat Presiden untuk mengurangi ketergantungan impor dan mencapai kedaulatan pangan.
Melalui berbagai program modernisasi pertanian, pelibatan teknologi, dan peningkatan kapasitas petani, ia menegaskan kesiapan dan kemampuan Indonesia untuk mencapai target tersebut.
Sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Idha Widi Arsanti, menegaskan bahwa kemandirian pangan hanya dapat dicapai apabila didukung oleh sumber daya manusia pertanian yang kompeten, adaptif terhadap teknologi, dan memiliki karakter kerja yang kuat. Oleh karena itu, penguatan kapasitas SDM melalui pelatihan, pendampingan, dan pembelajaran aplikatif menjadi fokus utama dalam mendukung pembangunan pertanian nasional.
Andi Priyawan, salah satu penyuluh pertanian yang di tugaskan di Kota Pasuruan menyatakan bahwa para penyuluh pertanian Kota Pasuruan siap bersinergi dan mendampingi pelaku utama (petani) atau pelaku usaha pertanian yang ada di Kota Pasuruan.
“Apalagi di tempat Ponpes seperti ini, karena ini adalah tempatnya para santri mencari ilmu, selain ilmu agama para santri bisa mendapatkan ilmu budidaya pertanian yang modern sehingga di kemudian hari kita mendapatkan para pengusaha – pengusaha muda di bidang pertanian agar terciptanya ekosistem pertanian yang mandiri, maju dan berkelanjutan,”pungkas Andi. Erwin Kurniawan*






