SMPN 2 Wonoayu Sidoarjo Laksanakan Kegiatan Pembelajaran Kokurikuler di UPT Kementan

MALANG – SMP Negeri 2 Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, melaksanakan kegiatan pembelajaran kokurikuler melalui kegiatan kunjungan edukatif ke Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan, Malang. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sekolah dalam memperkuat pembelajaran kontekstual serta memberikan pengalaman belajar nyata kepada peserta didik di luar lingkungan sekolah.

Program pembelajaran kokurikuler ini diikuti oleh peserta didik dengan pendampingan guru dan tenaga pendidik SMP Negeri 2 Wonoayu, 140 orang, pada 12/2/2026. Kunjungan ke BBPP Ketindan dirancang untuk menambah wawasan siswa mengenai dunia pertanian, pengolahan hasil pertanian, serta penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam kehidupan sehari-hari.

Setibanya di BBPP Ketindan, rombongan disambut oleh jajaran pimpinan, pengelola dan widyaiswara BBPP Ketindan. Pada kesempatan tersebut, Kepala SMP Negeri 2 Wonoayu, Ratna Diyah Mustikawati, menyampaikan sambutan sekaligus apresiasi atas penerimaan dan fasilitasi kegiatan pembelajaran kokurikuler yang diberikan kepada para siswa.

Dalam sambutannya, Ratna Diyah Mustikawati menyampaikan bahwa kegiatan kunjungan edukatif ini merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam menghadirkan pembelajaran yang bermakna dan relevan dengan kehidupan nyata. Ia berharap siswa dapat memperoleh pengalaman baru, wawasan, serta inspirasi melalui pembelajaran langsung di lingkungan BBPP Ketindan.

Kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan berbagai fasilitas pembelajaran yang ada di BBPP Ketindan, seperti lahan praktik pertanian, screen house, serta sarana dan prasarana pelatihan lainnya. Siswa tampak antusias mengikuti penjelasan dan mengamati secara langsung aktivitas pembelajaran dan pelatihan yang berlangsung.
Salah satu agenda utama dalam kunjungan ini adalah kegiatan di laboratorium pengolahan hasil pertanian. Di laboratorium tersebut, siswa diperkenalkan dengan konsep dasar pengolahan hasil pertanian, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, hingga penerapan prinsip kebersihan dan keamanan pangan.

Dalam sesi praktik, siswa mendapatkan pengalaman langsung belajar membuat produk olahan berupa es krim buah naga. Dengan bimbingan widyaiswara BBPP Ketindan, siswa mengikuti setiap tahapan pembuatan es krim, mulai dari persiapan bahan, proses pengolahan, hingga penyajian hasil produk.

Siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang pengolahan pangan, tetapi juga memahami nilai tambah hasil pertanian lokal. Pembelajaran kokurikuler ini diharapkan dapat menumbuhkan kreativitas, keterampilan, serta minat siswa terhadap inovasi produk pangan.

Guru pendamping menyampaikan bahwa kegiatan kunjungan dan praktik di laboratorium pengolahan hasil ini sejalan dengan tujuan pembelajaran kokurikuler, yaitu mengaitkan materi pelajaran di sekolah dengan praktik nyata di lapangan, sekaligus membangun pengalaman belajar yang menyenangkan dan inspiratif bagi siswa.

Sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, pembangunan pertanian nasional harus ditopang oleh sumber daya manusia yang unggul, adaptif terhadap teknologi, dan memiliki kecintaan terhadap sektor pertanian sejak dini. Edukasi dan pengenalan pertanian kepada generasi muda menjadi investasi penting dalam menyiapkan pelaku-pelaku pertanian masa depan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Idha Widi Arsanti, dalam berbagai kesempatan menegaskan pentingnya pembelajaran aplikatif dan berbasis praktik lapangan untuk membentuk karakter, keterampilan, dan pola pikir generasi muda agar mampu melihat pertanian sebagai sektor yang prospektif dan berdaya saing. Rivana Agustin/ Diana Triswaningsih*

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *