Tingkatkan Produktivitas Padi, UPT Pelatihan Kementan Gelar In House Training Metode Arkansas Berbasis Uji Tanah

Malang – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) pertanian melalui kegiatan In House Training (IHT) budidaya padi metode Arkansas. Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan produktivitas dan efisiensi usaha tani berbasis teknologi.

Kegiatan IHT diikuti oleh pegawai lingkup BBPP Ketindan dengan pendekatan pembelajaran terpadu, meliputi teori dan praktik lapangan. Materi yang diberikan mencakup prinsip dasar metode Arkansas, yang menekankan efisiensi penggunaan air dan benih, serta pemanfaatan mekanisasi pertanian sebagai solusi budidaya modern yang adaptif.

Sebagai bentuk pembelajaran aplikatif, peserta juga melakukan praktik langsung di lahan, termasuk pengujian kesuburan tanah menggunakan Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS). Melalui alat ini, peserta dapat mengetahui kandungan unsur hara tanah secara cepat dan akurat, sehingga mampu menentukan rekomendasi pemupukan yang tepat sesuai kebutuhan tanaman.

Pendekatan berbasis uji tanah ini diharapkan dapat mendorong penggunaan pupuk yang lebih efektif dan efisien, sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya lahan pertanian.

Kepala BBPP Ketindan, Nurul Qomariyah, dalam arahannya menegaskan bahwa peningkatan kompetensi SDM merupakan faktor kunci dalam menghadapi tantangan sektor pertanian yang semakin kompleks.

“Penerapan teknologi budidaya yang tepat, termasuk metode Arkansas dan pemupukan berbasis uji tanah, diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus efisiensi usaha tani,” ujarnya Kamis (02/04/2026).

Sejalan dengan hal tersebut, Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, menekankan pentingnya pembangunan pertanian yang berkelanjutan dan adaptif terhadap perubahan.

“Swasembada pangan harus berkelanjutan dan mampu menjawab tantangan perubahan iklim serta dinamika global,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyoroti pentingnya sinergi dalam pembangunan pertanian nasional.

“Swasembada pangan berkelanjutan membutuhkan kolaborasi dan sistem yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, termasuk penguatan SDM melalui pelatihan dan pendampingan,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, BBPP Ketindan berharap seluruh peserta mampu mengimplementasikan teknologi budidaya yang telah dipelajari, baik dalam kegiatan pelatihan lanjutan maupun pendampingan kepada petani. Dengan demikian, adopsi inovasi di tingkat lapangan dapat berjalan lebih cepat dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produksi serta keberlanjutan sektor pertanian. Humas BBPP Ketindan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *