Malang — Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) pertanian guna mendukung swasembada pangan berkelanjutan. Upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Brigade Pangan (Manajemen Alat dan Mesin Pertanian/Alsintan) Angkatan XV di Provinsi Papua Selatan.
Kegiatan berlangsung pada 9–11 April 2026 di Balai Kampung Muramsari, Distrik Semangga, dan diikuti oleh petani setempat, terutama generasi muda.
Pelatihan ini bertujuan mencetak tenaga yang kompeten, tidak hanya dalam pengoperasian alsintan, tetapi juga dalam pengelolaannya secara efektif. Peserta turut dibekali materi pencatatan serta analisis usaha tani guna meningkatkan efisiensi dan pendapatan.
Penyuluh pertanian setempat, Widodo, menyampaikan bahwa pelatihan tersebut memberikan manfaat nyata bagi petani. Ia menilai akses terhadap alsintan kini semakin mudah dibandingkan sebelumnya.
“Kami sangat berterima kasih kepada BBPP Ketindan. Dulu petani harus antre menggunakan alsintan, sekarang aksesnya jauh lebih mudah untuk dimanfaatkan di lahan,” ujarnya.
Widodo juga berharap adanya tindak lanjut pelatihan, khususnya terkait budidaya padi, mulai dari perbenihan, pembuatan pupuk organik, sistem tanam, hingga pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) guna meningkatkan produktivitas.
Selain itu, ia mengusulkan kegiatan studi banding bagi petani dan penyuluh ke daerah yang telah berhasil menerapkan teknologi pertanian, agar dapat menjadi referensi pengembangan di Merauke.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menegaskan pentingnya modernisasi pertanian untuk meningkatkan produksi secara efisien.
“Modernisasi pertanian menjadi kunci utama dalam menjaga ketahanan pangan nasional,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pemanfaatan teknologi dan mekanisasi harus dilakukan secara optimal guna meningkatkan produktivitas, indeks pertanaman, serta kesejahteraan petani.
Sejalan dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya transformasi sektor pertanian dalam menghadapi tantangan global.
“Pertanian harus menjadi sektor yang tangguh, modern, dan berdaya saing. Inovasi teknologi, penguatan kelembagaan petani, serta pengembangan SDM unggul menjadi kunci keberhasilan,” tegasnya. Nining Hariyani*






