26 Penyuluh Pertanian Swadaya Situbondo Kompeten, Perkuat Pendampingan Petani

Situbondo – Sebanyak 26 peserta pembekalan dan sertifikasi kompetensi Penyuluh Pertanian Swadaya Kabupaten Situbondo dinyatakan kompeten, Sabtu (31/10/2026). Capaian ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) pertanian, sekaligus mendorong penyuluh semakin profesional dalam mendampingi petani dan mendukung pembangunan pertanian daerah.

Kegiatan ditutup oleh Asisten Sekretaris Daerah (ASDA) II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Situbondo, Puguh Wardoyo. Hadir dalam kegiatan tersebut Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Situbondo, Qurotul Aini; Kepala Tempat Uji Kompetensi (TUK), Djoko Witono; Koordinator Asesor, Isdianto; asesor Laila Nuzuliyah dan Wahyu Lis Setyaningsih; jajaran Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Situbondo; Pranata Humas BBPP Ketindan; serta 26 asesi.

Dalam sambutan penutupannya, Puguh Wardoyo menegaskan pentingnya peran penyuluh pertanian dalam pembangunan sektor pertanian. Penyuluh tidak hanya bertugas menyampaikan informasi dan teknologi kepada petani, tetapi juga berperan sebagai fasilitator, pendamping, administrator, serta penggerak perubahan di tengah masyarakat.

Karena itu, kompetensi dan profesionalisme menjadi bekal penting agar penyuluh mampu menjalankan tugas secara efektif dan adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kebutuhan petani. Penguatan kapasitas tersebut diharapkan turut mendorong kemajuan sektor pertanian dan perekonomian masyarakat Kabupaten Situbondo.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa peningkatan kompetensi SDM merupakan faktor penting dalam kemajuan pertanian Indonesia.

“Kemajuan pertanian kita sangat bergantung pada kemampuan dan kompetensi SDM. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk meningkatkan kemampuan SDM melalui pelatihan dan pendidikan berkualitas,” tegas Amran.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya pengembangan kapasitas SDM untuk mendukung pertanian yang berkelanjutan dan berdaya saing.

“Kami ingin meningkatkan kemampuan SDM untuk mendukung pengembangan pertanian yang berkelanjutan dan berdaya saing,” kata Idha.

Penguatan kompetensi melalui pelatihan dan sertifikasi juga menjadi bagian dari upaya Kementerian Pertanian dalam menyiapkan SDM pertanian yang berkualitas. Hal ini sejalan dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 35 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Sumber Daya Manusia Pertanian.

Kepala BBPP Ketindan, Nurul Qomariyah, mendukung penguatan kapasitas penyuluh sebagai bagian dari peningkatan kualitas pelayanan kepada petani. Penyuluh yang kompeten diharapkan mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilannya secara nyata, memperluas pemanfaatan inovasi pertanian, serta mendorong peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani.

Sementara itu, Koordinator Asesor, Isdianto, menyampaikan ucapan selamat kepada 26 asesi yang telah dinyatakan kompeten. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan memperoleh pengakuan kompetensi harus diikuti dengan komitmen untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan.

Menurutnya, perkembangan ilmu pengetahuan dan regulasi menuntut penyuluh untuk senantiasa memperbarui pengetahuan, mengembangkan kompetensi, serta membangun personal branding yang positif dan profesional. Catatan dan rekomendasi dari asesor juga perlu ditindaklanjuti agar hasil sertifikasi memberikan dampak nyata bagi masyarakat pertanian.

Ia berharap kompetensi yang telah dicapai dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, sehingga penyuluh semakin optimal dalam mendampingi petani dan berkontribusi terhadap pembangunan pertanian Kabupaten Situbondo, sejalan dengan semangat Situbondo Naik Kelas.

Rangkaian penutupan dilanjutkan dengan penyerahan dokumen kepada asesor serta pemusnahan berkas yang dilakukan oleh ASDA II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Situbondo, Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Situbondo, serta Kepala TUK sebagai bagian dari penyelesaian administrasi kegiatan sertifikasi.

Melalui kegiatan ini, para Penyuluh Pertanian Swadaya diharapkan tidak berhenti pada pencapaian sertifikasi, tetapi mampu membuktikan kompetensinya melalui pendampingan yang berkualitas, penerapan inovasi, dan penguatan kapasitas petani. Dengan demikian, penyuluh dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun pertanian yang produktif, mandiri, dan berdaya saing. Humas BBPP Ketindan/ Lailai Nuzuliyah/ Isdianto

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *