Perkuat Peran Penyuluh Swadaya, UPT Pelatihan Bekali Peserta dengan Materi Kelembagaan Petani dan Teknologi Pertanian

Situbondo – Penguatan kapasitas Penyuluh Pertanian Swadaya terus dilakukan untuk mendorong kelembagaan petani yang lebih mandiri sekaligus mempercepat penerapan inovasi teknologi di lapangan. Memasuki hari kedua kegiatan sertifikasi Penyuluh Pertanian Swadaya di Situbondo, pada (28/10/2026), peserta mendapatkan pembekalan materi Pengembangan Kelembagaan Petani dan Jejaring Penyuluhan serta Penerapan Teknologi dan Peningkatan Produksi Pertanian.

Kedua materi tersebut disampaikan oleh Asep Koswara, Widyaiswara Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan. Pembelajaran diarahkan untuk memperkuat kemampuan peserta dalam mengembangkan kelembagaan petani, membangun jejaring penyuluhan, serta memfasilitasi penerapan teknologi sesuai kebutuhan dan potensi wilayah binaan.

Pada materi Pengembangan Kelembagaan Petani dan Jejaring Penyuluhan, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya kelembagaan petani sebagai wadah belajar, bekerja sama, dan mengembangkan usaha. Kelembagaan yang kuat diharapkan mampu meningkatkan kapasitas petani, memperluas akses terhadap informasi dan sumber daya, serta mendorong kemandirian dalam mengelola usaha tani.

Pembahasan mencakup empat aspek utama, yaitu menumbuhkan kelembagaan petani, mengembangkan kelembagaan ekonomi petani, mengembangkan Pos Penyuluhan Desa (Posluhdes), serta memfasilitasi keberadaan dan peran Penyuluh Pertanian Swadaya. Keempat aspek tersebut menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem penyuluhan yang melibatkan petani dan berbagai pemangku kepentingan di tingkat desa.

Melalui materi ini, peserta didorong untuk mampu menggerakkan kelompok tani agar lebih aktif, memperkuat kerja sama antarpetani, mengembangkan peluang usaha agribisnis, serta membangun jejaring yang mendukung kegiatan penyuluhan. Posluhdes juga menjadi salah satu unsur pendukung koordinasi dan pelayanan penyuluhan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat tani di tingkat desa.

Pembelajaran kemudian dilanjutkan dengan materi Penerapan Teknologi dan Peningkatan Produksi Pertanian. Dalam sesi ini, peserta dibekali pemahaman untuk mengidentifikasi kebutuhan teknologi berdasarkan potensi wilayah, karakteristik usaha tani, dan permasalahan yang dihadapi petani.

Peserta juga diarahkan untuk memfasilitasi demonstrasi dan penerapan teknologi pertanian di tingkat petani, menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi produktivitas, serta menyusun rencana fasilitasi peningkatan hasil usaha tani secara terukur. Dengan kemampuan tersebut, penyuluh diharapkan dapat menjembatani kebutuhan petani dengan inovasi teknologi yang tepat guna.

Asep menekankan bahwa penerapan teknologi perlu mempertimbangkan kesesuaian kondisi agroekosistem, ketersediaan sarana produksi, kemampuan petani, serta kelayakan ekonomi dan keberlanjutan usaha tani. Dengan demikian, inovasi yang diperkenalkan tidak berhenti pada penyampaian informasi, tetapi dapat diterapkan secara nyata untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian.

Selama pembelajaran, peserta menunjukkan antusiasme melalui diskusi dan pertukaran pengalaman. Interaksi tersebut menjadi kesempatan bagi peserta untuk membandingkan tantangan di wilayah masing-masing, berbagi praktik yang telah dilakukan, serta menemukan alternatif pendekatan yang dapat diterapkan dalam mendampingi petani.

Salah satu peserta sertifikasi Penyuluh Pertanian Swadaya, Brantonius Tahito, menyampaikan bahwa kedua materi tersebut memberikan wawasan yang bermanfaat untuk mendukung pelaksanaan penyuluhan di lapangan.

“Materi yang disampaikan sangat bermanfaat bagi kami sebagai Penyuluh Pertanian Swadaya, terutama dalam memperkuat kelembagaan petani, mengembangkan kerja sama antarpetani, serta membangun jejaring penyuluhan di tingkat desa. Selain itu, kami mendapatkan pemahaman bahwa penerapan teknologi pertanian harus disesuaikan dengan potensi wilayah dan permasalahan yang dihadapi petani agar dapat meningkatkan produktivitas usaha tani secara nyata,” ungkapnya.

Ia berharap, pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pembekalan dapat diterapkan di wilayah binaan sehingga Penyuluh Pertanian Swadaya semakin aktif dalam menggerakkan kelembagaan petani, mendampingi penerapan inovasi teknologi, dan mendorong pengembangan usaha tani yang produktif serta berkelanjutan.

Penguatan kompetensi tersebut sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang menekankan pentingnya peran penyuluh sebagai penggerak utama di lapangan. Dalam pemberitaan resmi Kementerian Pertanian, Mentan Amran menegaskan, “Penyuluh adalah penggerak utama di lapangan.” Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya keberadaan penyuluh dalam mendampingi petani dan mendukung pencapaian target pembangunan pertanian nasional.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan peran penyuluh dalam menjembatani inovasi teknologi dengan kebutuhan petani. Dalam pemberitaan resmi Kementerian Pertanian, ia menyampaikan, “Penyuluh menjadi jembatan antara inovasi teknologi dengan petani. Pendampingan yang berkelanjutan akan mempercepat adopsi teknologi, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat kapasitas petani dalam menghadapi berbagai tantangan sektor pertanian.”

Melalui pembekalan pada hari kedua ini, peserta diharapkan semakin siap menjalankan peran sebagai Penyuluh Pertanian Swadaya yang kompeten, mampu menggerakkan kelembagaan petani, membangun jejaring penyuluhan, serta memfasilitasi penerapan inovasi sesuai kebutuhan di lapangan.

BBPP Ketindan terus mendukung penguatan kompetensi sumber daya manusia pertanian melalui kegiatan pembelajaran dan sertifikasi. Dengan penyuluh swadaya yang semakin kompeten dan aktif, diharapkan proses pendampingan petani semakin efektif, kemandirian kelembagaan petani meningkat, dan penerapan teknologi mampu mendorong produktivitas serta mendukung terwujudnya swasembada pangan berkelanjutan. Asep Koswara*

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *