B50 : Alternatif Strategis Pemanfaatan Bioenergi untuk Alsintan

Bogor, 08/04/2026. Uji kinerja lapangan alat dan mesin pertanian (Alsintan) berbahan bakar B50 merupakan langkah lanjutan dari upaya kolaborasi antara Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Mekanisasi Pertanian (BRMP Mektan), Kementerian Pertanian, dan Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (LEMIGAS), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Pengujian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja dan keandalan alsintan yang menggunakan bahan bakar B50, yaitu campuran 50% biodiesel berbasis minyak sawit dan solar. Kegiatan ini dilakukan pada beberapa jenis alsintan, seperti traktor roda dua, traktor roda empat dan pompa air, untuk melihat performa dalam kondisi operasional di lapangan. Selain itu, pengujian ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong pemanfaatan energi baru dan terbarukan di sektor pertanian melalui penggunaan campuran biodiesel sebagai alternatif bahan bakar, sekaligus memastikan operasional alsintan tetap berjalan secara optimal.

Kepala BRMP Mektan, Arief Rachman, menyampaikan bahwa pengujian ini merupakan langkah penting dalam mendukung pengembangan mekanisasi pertanian yang lebih efisien serta selaras dengan upaya pemanfaatan energi yang lebih ramah lingkungan.

“Pemanfaatan bahan bakar B50 pada alsintan merupakan bagian dari upaya mendukung kemandirian energi nasional. Di tengah dinamika global yang berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan energi, bioenergi menjadi alternatif strategis yang perlu terus diuji dan dikembangkan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Arief menambahkan bahwa hasil pengujian ini diharapkan dapat memberikan gambaran teknis mengenai performa alsintan berbahan bakar B50 sehingga dapat menjadi referensi dalam pengembangan dan pemanfaatan teknologi mekanisasi pertanian ke depan.

Sementara itu, Koordinator Pengujian Aplikasi Produk BBPMG LEMIGAS, Cahyo Setyo Widodo, menjelaskan bahwa uji kinerja lapangan ini penting untuk melihat secara langsung performa mesin saat menggunakan campuran bahan bakar berbasis bioenergi.

“Melalui pengujian ini, kami dapat mengevaluasi kinerja mesin serta stabilitas penggunaan bahan bakar B50 pada berbagai jenis alsintan. Data yang diperoleh diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan pemanfaatan biofuel di berbagai sektor, termasuk pertanian,” jelasnya.

Sebelumnya, BRMP Mektan bersama LEMIGAS juga telah melakukan uji cold-startability, yaitu pengujian kemampuan mesin untuk kembali menyala setelah periode penyimpanan. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pengujian yang dilakukan secara berkala untuk melihat penggunaan bahan bakar B50 pada alsintan secara lebih menyeluruh.

Kolaborasi BRMP Mektan dan LEMIGAS tidak hanya mencakup pengujian teknis, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendorong pemanfaatan biodiesel di sektor pertanian. Hasil uji lapangan ini diharapkan dapat memberikan gambaran terkait potensi penggunaan B50 sebagai alternatif bahan bakar alsintan di masa mendatang, sejalan dengan pengembangan pertanian yang lebih berkelanjutan dan efisien.

Melalui kegiatan ini, BRMP Mektan bersama BBPMG Lemigas terus mendorong inovasi teknologi yang mendukung modernisasi pertanian sekaligus memperkuat pemanfaatan energi alternatif di sektor pertanian. Hasil pengujian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan alsintan yang lebih efisien, berkelanjutan, serta mendukung ketahanan energi nasional. TS/AIA/MEKTAN

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *