Malang – Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pertanian terus diperkuat melalui sertifikasi kompetensi. Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan kembali menggelar Sertifikasi Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian dengan skema Operator Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) Pra Panen Angkatan II bagi Brigade Pangan Provinsi Jawa Timur, yang berlangsung pada 7–9 April 2026.
Kegiatan ini dibuka oleh Kepala BBPP Ketindan, Nurul Qomariyah, serta dihadiri oleh jajaran pejabat struktural dan fungsional, asesor, serta perwakilan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Kementerian Pertanian.
Sebanyak 28 peserta dari berbagai kabupaten di Jawa Timur mengikuti kegiatan ini, antara lain dari Jember, Situbondo, Lumajang, Magetan, Madiun, Bangkalan, Banyuwangi, Nganjuk, Pamekasan, Sampang, dan Jombang. Mereka merupakan bagian dari Brigade Pangan yang memiliki peran strategis dalam mendukung percepatan pembangunan pertanian melalui pemanfaatan alsintan.
Dalam sambutannya, Nurul Qomariyah menegaskan bahwa operator alsintan yang kompeten menjadi kunci dalam mendorong efisiensi dan produktivitas pertanian modern. Ia menekankan bahwa sertifikasi bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk pengakuan atas kemampuan dan profesionalisme tenaga kerja sektor pertanian.
“Seiring perkembangan teknologi, penggunaan alsintan menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas. Karena itu, dibutuhkan operator yang tidak hanya terampil, tetapi juga memiliki kompetensi terstandar dan diakui secara resmi,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kapasitas peserta, baik dari sisi pengetahuan, keterampilan, maupun sikap kerja. Sertifikat kompetensi yang diperoleh diharapkan menjadi bukti profesionalisme sekaligus meningkatkan daya saing SDM pertanian di lapangan.
Lebih lanjut, Nurul menambahkan bahwa Brigade Pangan diharapkan menjadi garda terdepan dalam modernisasi pertanian di daerah. Dengan dukungan SDM yang kompeten, pemanfaatan alsintan dapat berjalan optimal dan berdampak langsung pada peningkatan produksi.
Sejalan dengan itu, Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa penguatan SDM merupakan fondasi utama dalam mendorong kemajuan sektor pertanian nasional.
“Pertanian maju hanya bisa dicapai jika SDM-nya unggul dan adaptif terhadap teknologi. Karena itu, pelatihan dan sertifikasi menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas petani dan operator di lapangan,” tegasnya.
Senada, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa peningkatan kompetensi melalui sertifikasi merupakan bagian dari upaya sistematis pemerintah dalam mencetak SDM pertanian yang profesional dan berdaya saing.
“Kami terus mendorong peningkatan kualitas SDM melalui pelatihan dan sertifikasi berbasis kompetensi. Dengan SDM yang kompeten, pemanfaatan teknologi pertanian akan lebih optimal dan berdampak nyata pada peningkatan produksi,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, BBPP Ketindan berharap dapat mencetak operator alsintan yang andal, profesional, dan siap menghadapi tantangan pertanian modern. Sertifikasi ini juga menjadi bagian dari komitmen Kementan dalam memperkuat ketahanan pangan melalui peningkatan kapasitas SDM yang terstruktur dan berkelanjutan. Humas BBPP Ketindan






