Perkuat Pendampingan Petani, UPT Pelatihan Kementan Bekali Penyuluh Pertanian Swadaya Situbondo

Situbondo – Penguatan kapasitas Penyuluh Pertanian Swadaya menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan pendampingan petani sekaligus meningkatkan kualitas pembangunan pertanian di daerah. Melalui pembekalan dan sertifikasi kompetensi, penyuluh diharapkan mampu menjadi mitra petani dalam menyebarluaskan inovasi, meningkatkan produktivitas usaha tani, dan mendukung ketahanan pangan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembukaan kegiatan Pembekalan dan Sertifikasi bagi Penyuluh Pertanian Swadaya Kabupaten Situbondo yang diselenggarakan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Situbondo, Senin (26/10/2026).

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya peran penyuluh dalam memastikan kebijakan dan program pembangunan pertanian terlaksana hingga tingkat lapangan.

“Penyuluh adalah pasukan terdepan untuk swasembada. Merekalah yang tahu kondisi di lapangan. Sehingga kita harus membuat regulasi yang membuat mereka bisa bergerak cepat. Tujuannya agar kebijakan pusat bisa dieksekusi dengan cepat,” tegas Mentan Amran.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, juga menekankan pentingnya sinergi seluruh unsur penyuluhan untuk mempercepat penerapan inovasi pertanian.

“Penyuluh, baik pemerintah maupun swadaya, memiliki peran strategis sebagai agen perubahan di tingkat lapangan. Sinergi yang kuat akan mempercepat penerapan teknologi dan meningkatkan daya saing sektor pertanian,” ungkap Idha.

Penguatan peran tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya peningkatan kompetensi Penyuluh Pertanian Swadaya di Kabupaten Situbondo. Plt. Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Situbondo, Quratul Aini, menyambut baik kerja sama dengan BBPP Ketindan dalam penyelenggaraan pembekalan dan sertifikasi tersebut.

Menurutnya, kolaborasi ini diharapkan dapat membantu mengatasi keterbatasan jumlah penyuluh pertanian pemerintah di lapangan, mengingat kebutuhan ideal pendampingan adalah satu desa satu penyuluh. Keberadaan Penyuluh Pertanian Swadaya diharapkan dapat memperkuat pendampingan, menjembatani kebutuhan petani dengan program pemerintah, serta memperluas penyebaran informasi dan inovasi pertanian.

Upaya tersebut juga sejalan dengan visi Kabupaten Situbondo, yakni Situbondo Naik Kelas, melalui penguatan sumber daya manusia dan peningkatan ketahanan pangan daerah.

Kepala BBPP Ketindan, Nurul Qomariyah, dalam sambutan pembukaan menyampaikan bahwa Penyuluh Pertanian Swadaya memiliki keunggulan berupa kedekatan dengan lingkungan dan komunitas petani. Kedekatan tersebut menjadi modal penting untuk memahami kebutuhan, mengenali persoalan usaha tani, serta mendorong penerapan inovasi secara langsung di lapangan.

“Penyuluh Pertanian Swadaya memiliki peran strategis sebagai penggerak perubahan di tengah masyarakat pertanian. Penyuluh diharapkan mampu menjadi mitra petani dalam menyebarluaskan inovasi dan teknologi, memperkuat kelembagaan petani, memfasilitasi pemecahan masalah usaha tani, serta mendorong penerapan praktik pertanian yang produktif dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Nurul juga berharap kegiatan ini tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan dan pengakuan kompetensi, tetapi juga menghasilkan perubahan nyata dalam pelaksanaan penyuluhan di lapangan.

“Keberhasilan kegiatan ini tidak hanya diukur dari terlaksananya pembekalan yang kemudian dilanjutkan dengan sertifikasi, tetapi juga dari peningkatan kapasitas penyuluh serta manfaat nyata yang dirasakan petani,” ujarnya.

Ia menegaskan, BBPP Ketindan berkomitmen mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia pertanian melalui pelatihan, pembekalan, dan fasilitasi sertifikasi kompetensi sesuai tugas dan kewenangan yang dimiliki. Sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Situbondo diharapkan terus berkembang untuk menghadirkan pendampingan yang semakin berkualitas, memperkuat kemandirian petani, dan mendorong terwujudnya pertanian yang maju, mandiri, serta berkelanjutan. Humas BBPP Ketindan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *