Perkuat Kompetensi dan Profesionalisme, Penyuluh Pertanian Ikuti Pembekalan Sertifikasi di Situbondo

Situbondo – Penguatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) pertanian terus dilakukan untuk meningkatkan profesionalisme penyuluh dalam mendampingi petani. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembekalan sertifikasi Penyuluh Pertanian yang membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan untuk menghadapi proses sertifikasi sekaligus meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas penyuluhan di lapangan, 26-31 Oktober 2026.

Setelah pembukaan dan penyampaian materi orientasi pembekalan serta sertifikasi, kegiatan dilanjutkan dengan materi Komunikasi, Kepemimpinan, dan Manajemen Penyuluhan Pertanian yang disampaikan oleh Asep Koswara, Widyaiswara Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan.

Dalam pemaparannya, Asep menekankan bahwa kemampuan komunikasi efektif, kepemimpinan, dan manajemen merupakan kompetensi penting yang harus dimiliki penyuluh pertanian. Ketiganya menjadi landasan dalam membangun hubungan yang baik dengan petani, memfasilitasi proses pembelajaran, mengorganisasikan kegiatan penyuluhan, serta mengidentifikasi dan mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan.

Pembelajaran berlangsung secara interaktif melalui metode ceramah, penugasan, dan diskusi kelompok. Pendekatan ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk tidak hanya memahami materi secara teoretis, tetapi juga menghubungkannya dengan situasi nyata dalam pelaksanaan penyuluhan pertanian.

Antusiasme peserta terlihat selama mengikuti pemaparan materi, menyelesaikan penugasan, hingga mempresentasikan hasil diskusi kelompok. Dalam sesi tersebut, peserta saling bertukar pengalaman, berbagi informasi, serta memberikan masukan untuk memperkaya sudut pandang dan merumuskan alternatif pemecahan masalah yang relevan dengan kondisi wilayah kerja masing-masing.

Perbedaan karakteristik wilayah, kebutuhan petani, dan tantangan dalam kegiatan penyuluhan menjadi bahan pembelajaran bersama. Melalui diskusi tersebut, peserta didorong untuk mengembangkan pendekatan penyuluhan yang lebih komunikatif, partisipatif, dan berorientasi pada kebutuhan petani.

Salah satu peserta, Jayono, menyampaikan tanggapan positif terhadap metode pembelajaran yang diterapkan. Menurutnya, perpaduan antara penyampaian materi, penugasan, dan diskusi kelompok memberikan ruang bagi peserta untuk saling berbagi pengalaman serta memperluas wawasan mengenai praktik penyuluhan pertanian.

Penguatan kompetensi penyuluh ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, yang menempatkan penyuluh pertanian sebagai garda terdepan dalam menjaga keberlanjutan swasembada pangan nasional. Penyuluh memiliki peran strategis dalam menerjemahkan kebijakan pemerintah menjadi pendampingan nyata bagi petani, sekaligus memastikan berbagai program pembangunan pertanian dapat berjalan efektif hingga tingkat lapangan.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya penyuluh yang kompeten, profesional, dan adaptif dalam mengawal program pembangunan pertanian. Penguatan kapasitas penyuluh menjadi bagian penting dalam mendorong penerapan inovasi, meningkatkan produktivitas, serta mempercepat pencapaian swasembada pangan secara berkelanjutan.

Melalui pembekalan ini, peserta diharapkan semakin siap menghadapi proses sertifikasi dan mampu mengimplementasikan kompetensi komunikasi, kepemimpinan, serta manajemen dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Kesiapan tersebut tidak hanya mendukung peningkatan profesionalisme individu, tetapi juga memperkuat kualitas pelayanan penyuluhan kepada petani.

Pembekalan sertifikasi Penyuluh Pertanian menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas SDM pertanian yang kompeten dan berdaya saing. Dengan penyuluh yang semakin profesional, diharapkan pendampingan kepada petani dapat berjalan lebih efektif, inovatif, dan responsif terhadap tantangan pembangunan pertanian, sehingga turut berkontribusi dalam mewujudkan ketahanan dan swasembada pangan nasional. Asep Koswara*

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *