Angka Ubinan Meningkat, Petani Blitar Percaya Diri Panen Bisa Tembus 9,3 Ton/Ha

Blitar – Petani di Desa Boro, Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, menunjukkan optimisme tinggi terhadap hasil panen padi musim ini. Berdasarkan hasil ubinan di lahan seluas 1,4 hektare, diperoleh capaian 5,8 kg per ubinan yang diproyeksikan setara dengan produktivitas sekitar 9,3 ton per hektare.

Kegiatan ubinan tersebut dihadiri Ketua Kelompok Tani (Poktan) Makmur, pemilik lahan, anggota kelompok tani, serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari Kementerian Pertanian. Kegiatan ini menjadi bagian dari pengawalan produksi sekaligus evaluasi penerapan budidaya di tingkat lapangan.

Ketua Poktan Makmur, Tomi Budi, menyampaikan bahwa capaian tersebut didukung penggunaan benih bantuan pemerintah varietas Inpari 32. Pada lahan seluas 1,4 hektare, kebutuhan benih tercatat sebanyak 44 kg.

Dalam praktik budidaya, petani menerapkan pemupukan berimbang dengan penggunaan pupuk NPK sebanyak 550 kg dan urea 450 kg. Selain itu, diberikan pupuk mikro Pillow sebanyak 300 gram serta MKP sebanyak 2 kg untuk mendukung pertumbuhan tanaman.

Pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) juga dilakukan secara intensif menggunakan fungisida berbahan aktif difenokonazol sebanyak 2 liter, insektisida dimehipo 3 liter, serta prevaton 250 ml.

Tomi berharap keberhasilan ini dapat menjadi motivasi bagi petani lain untuk memanfaatkan benih bantuan pemerintah.
“Kami berharap ke depan bantuan benih padi berkualitas tetap berlanjut agar petani semakin tertarik menggunakannya,” ujarnya.

Sementara itu, Penyuluh Pertanian Lapangan Kecamatan Selorejo, Khairul Nurcahyono, menekankan pentingnya monitoring rutin di lahan.
“Petani perlu aktif melakukan pengamatan. Jika ada gejala serangan atau kendala, dapat segera ditangani agar produksi tetap optimal,” jelasnya Selasa (07/04/26).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa peningkatan produktivitas padi harus terus didorong melalui penggunaan benih unggul, pemupukan berimbang, dan pendampingan intensif oleh penyuluh.

“Produktivitas harus terus ditingkatkan dengan teknologi dan pendampingan yang tepat. Pemerintah hadir memastikan petani mendapatkan akses benih unggul dan sarana produksi,” ujar Amran.

Senada, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyebut peran penyuluh sangat strategis dalam mendampingi petani.
“Pendampingan intensif akan berdampak langsung pada peningkatan produktivitas,” ungkapnya.

Dengan capaian ubinan yang menggembirakan ini, petani di Desa Boro diharapkan dapat menjadi contoh praktik budidaya padi yang produktif dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat kepercayaan terhadap program bantuan pemerintah di sektor pertanian. Khairul Nurcahyono/Humas BBPP Ketindan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *