Enam Brigade Pangan Bangkalan Dikukuhkan, Percepatan Tanam Jadi Prioritas

Bangkalan – Kementerian terus memperkuat peran Brigade Pangan (BP) sebagai penggerak pertanian modern untuk meningkatkan Indeks Pertanaman (IP), mengoptimalkan pemanfaatan lahan, dan memperkuat produksi pangan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengukuhan enam Brigade Pangan di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, yang didukung potensi lahan Optimalisasi Lahan (Oplah) tahun 2026 seluas 1.020 hektare, Kamis (22/10/2026).

Enam Brigade Pangan tersebut terdiri atas lima BP yang mendukung kegiatan Oplah dan satu BP mandiri. Seluruhnya mencakup 52 kelompok tani (poktan) yang tersebar di sembilan kecamatan. Pengukuhan ini menjadi langkah penting untuk memperkuat kelembagaan petani sekaligus mendorong percepatan pelaksanaan kegiatan Oplah agar potensi lahan dapat segera dimanfaatkan untuk kegiatan produksi.

Kegiatan ini dihadiri Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan, Nurul Qomariyah; Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jawa Timur, Ismatul Hidayah; Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangkalan, C. Henry Kusumas Karyadinata; Ketua Tim Kerja Pengelolaan Administrasi dan Kinerja Penyuluh Pertanian Kabupaten Bangkalan, Bambang Nurcahyo S.; serta penyuluh pertanian dan anggota Brigade Pangan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Brigade Pangan merupakan salah satu penggerak penting dalam mewujudkan pertanian modern yang produktif dan berorientasi pada peningkatan hasil. Melalui pengelolaan lahan secara terorganisasi, pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan), serta keterlibatan generasi muda, Brigade Pangan diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat usaha tani.

Penguatan Brigade Pangan juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional. Optimalisasi lahan harus diikuti dengan percepatan tanam, pengelolaan air yang baik, serta penerapan teknologi yang sesuai agar potensi lahan dapat memberikan hasil yang maksimal.

Selaras dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya penguatan kapasitas sumber daya manusia dalam mendukung keberhasilan program pertanian.

“Brigade Pangan tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis budidaya, tetapi juga keterampilan manajerial, pengelolaan keuangan, dan kewirausahaan agar dapat berkembang menjadi kelembagaan usaha tani yang profesional dan mandiri,”jelasnya.

Penyuluh pertanian memiliki peran strategis dalam mengawal proses tersebut, mulai dari pendampingan teknis, penguatan kelembagaan, hingga membantu Brigade Pangan mengembangkan usaha secara berkelanjutan. Dengan pendampingan yang konsisten, pengukuhan diharapkan menjadi awal dari pelaksanaan kegiatan nyata di lapangan.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangkalan, C. Henry Kusumas Karyadinata, mendorong agar percepatan tanam untuk kegiatan Oplah tahun 2026 segera dilaksanakan. Ia menyampaikan bahwa benih telah disalurkan dan pekerjaan irigasi perpompaan (Irpom) telah selesai, sehingga kesiapan tersebut perlu segera ditindaklanjuti dengan kegiatan tanam.

Percepatan tanam menjadi penting agar dukungan yang telah tersedia dapat segera dimanfaatkan oleh petani. Karena itu, koordinasi antara Brigade Pangan, kelompok tani, penyuluh, dan pemerintah daerah perlu terus diperkuat untuk memastikan kesiapan lahan, ketersediaan sarana produksi, serta pelaksanaan budidaya sesuai kondisi di lapangan.

Kepala BBPP Ketindan, Nurul Qomariyah, dalam arahannya mendorong agar Brigade Pangan yang telah dikukuhkan tidak berhenti pada pembentukan kelembagaan, tetapi mampu berkembang menjadi pengelola usaha tani yang produktif, profesional, dan berkelanjutan. Penguatan organisasi perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kemampuan mengelola alsintan, membangun kepercayaan petani, mengembangkan usaha budidaya, dan memperluas kemitraan.

Menurutnya, keberhasilan Brigade Pangan ditentukan oleh kemampuan anggotanya dalam mengelola potensi lahan dan menjalankan usaha secara terencana. Oleh karena itu, penyuluh pertanian diharapkan terus mendampingi Brigade Pangan dalam menyelesaikan kendala di lapangan, mengawal percepatan tanam, serta mendorong peningkatan IP dan produktivitas pertanian.

Dengan potensi Oplah seluas 1.020 hektare yang didukung enam Brigade Pangan, Kabupaten Bangkalan memiliki peluang untuk memperkuat pemanfaatan lahan dan meningkatkan intensitas pertanaman. Dukungan benih dan penyelesaian Irpom menjadi modal penting untuk mempercepat pelaksanaan tanam, yang selanjutnya perlu diikuti dengan pemeliharaan tanaman, pengelolaan usaha, dan pendampingan berkelanjutan. Nurul Qomariyah/ Humas BBPP Ketindan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *